Selamat Datang di Seni MAN 1 Lubuklinggau, Selamat Menikmati Cara Hidup Sehat, Semoga Anda Betah Dan Selalu Datang Berkunjung di artman1llg, Silahkan komentari, kritik dan Sarannya, Selamat Bargabung.

Showing posts with label Lubuk Linggau. Show all posts
Showing posts with label Lubuk Linggau. Show all posts

Materi Ukhuwah Mapel Al Qur'an Hadits

Meningkatkan Jiwa Nasionalisme dengan Mengenal Sejarah


Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghargai Pahlawannya

Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris “nation”) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
Secara etimologi : Nasionalisme berasal dari kata “nasional” dan “isme” yaitu paham kebangsaan yang mengandung makna : kesadaran dan semangat cinta tanah air  memiliki kebanggaan sebagai bangsa, atau memelihara kehormatan bangsa memiliki rasa solidaritas terhadap musibah dan kekurangberuntungan saudara setanah air, sebangsa dan senegara  persatuan dan kesatuan .
Sebagai warga kota Lubuklinggau, sebagai generasi muda, sebagai siswa MA Negeri 1 (Model) Lubuklinggau. Kita mesti mengenal sejarah negeri kita, kota Lubuklinggau sebagai tempat kelahiran. Mengenal, dan mencintai kota Lubuklingga dimulai dari mengenal sejarah kota Lubuklinggau. Agar tumbuh jiwa Nasionalisme sebagai bagian kecil dari negeri besar bangsa Indonesia. 
Mari kita kenali sejarah Kota Lubuklinggau
.

Untuk melihat secara ofline silahkan download pada link : 

Setelah membaca dan menyaksikan tayangan diatas, silahkan siswa siswi MA Negeri 1 (Model) Lubuklinggau Kelas XI mengisi Tugas Pendidikan Agama Islam :

Materi Ukhuwah (Persaudaraan)

Cinta Damai dalam Ukhuwah


Ukhuwah Diniyyah akan memperkokoh tegaknya kehidupan masyarakat yang aman dan tenteram. Ukhuwah akan memunculkan solidaritas dan timbulnya kepedulian sosial dimasyarakat. Sebagai sesama mukmin, kita harus mampu menjaga martabat dan kehormatan sesama mukmin. QS Al-Hujurat ayat 10 menghendaki ukhuwah kaum mukmin harus benar-benar kuat, lebih kuat dari persahabatan dan pertemanan biasa. Kita laksanakan hak dan kewajiban dengan penuh tanggung jawab. Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا (رواه الترمذي)
“Dari Abu Musa al-Asy'ari ia berkata; Rasulullah saw bersabda: "Antara seorang mukmin dengan mukmin yang lainnya adalah bagaikan satu bangunan, yang saling menguatkan satu sama lainnya.” (HR. Tirmidzi)

Persaudaraan akan menjadikan kehidupan yang harmonis, diliputi rasa saling mencintai, saling menjaga perdamaian dan persatuan. Jika terjadi perselisihan diantara mereka, maka Allah SWT memerintahkan untuk mendamaikan keduanya dengan mencari solusi sesuai syariat Allah SWT dan rasul-Nya. Perselisihan diantara kaum muslim tidak menyebabkan salah satunya keluar dari Islam, mereka tetap bersaudara. Mereka harus didamaikan (ishlah) dengan cara-cara yang Islami.



Saksikan short Movie karya wong Lubuklinggau.
.

Untuk melihat secara ofline silahkan download pada link : 


Hari Amal Bhakti Kemenag Lubuklinggau

Dokumentasi kegiatan

Pembukaan HAB Kemenag 2017 oleh Kakankemenag Drs. Zainuri Mattan, M.Si
Kegiatan disertai jalan santai dengan star lapangan MtsN, dan banjir hadiah utama Sepeda gunung. 

Pertandingan volly putra putri
Lomba menghidang pindang ikan ibu dharmawanita. Tampak tim MAN 1 LLg.
Terpilih hidangan KUA Selatan 1 sebagai juara 1. Kakankemenag mencicipi pindang baung khas masakan daerah Lubuklinggau. 

I love Madrasah, SeLamat Hari Amal  Bhakti KEMENAG 2017
ayo...ngelong ke Lubuklinggau.



Cinta Produk Dalam Negeri

Makanan Khas Kota Lubuklinggau


Mencintai dan menyukai produk dalam negeri merupakan wujud cinta tanah air yang kaya dan beragam hasil kekayaan alamnya. 
Durian salah satu hasil bumi khas kota  Lubuklinggau. Dengan jenis dan rasa yang berbeda dari negeri lainnya. Mari kita simak tayangan video dibawah ini,
.

Untuk melihat secara ofline silahkan download pada link : 
....

Sekilas Linggau




SENI





SENI adalah keindahan, kehalusan, kerumitan, ketelitian dan kejelian dari Sang Pencipta.


Sekilas Sumsel

Propinsi Sumatera Selatan sejak berabad yang lalu dikenal juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya, pada abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi wilayah ini merupakan pusat kerajaan Sriwijaya yang juga terkenal dengan kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Nusantara. Gaung dan pengaruhnya bahkan sampai ke Madagaskar di Benua Afrika. Sejak abad ke-13 sampai abad ke-14, wilayah ini berada di bawah kekuasaan Majapahit. Selanjutnya wilayah ini pernah menjadi daerah tak bertuan dan bersarangnya bajak laut dari Mancanegara terutama dari negeri china Pada awal abad ke-15 berdirilah Kesultanan Palembang yang berkuasa sampai datangnya Kolonialisme Barat, lalu disusul oleh Jepang. Ketika masih berjaya, kerajaan Sriwijaya juga menjadikan Palembang sebagai Kota Kerajaan.

Secara administratif Provinsi Sumatera Selatan terdiri dari 10 (sepuluh) Pemerintah Kabupaten dan 4 (empat) Pemerintah Kota, beserta perangkat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Pemerintah Kabupaten dan Kota membawahi Pemerintah Kecamatan dan Desa / Kelurahan. Pemerintahan Kabupaten / Kota tersebut sebagai berikut:

1. Kab. Ogan Komering Ulu ( Ibukota Baturaja)

2. Kab. OKU Timur ( Ibukota Martapura)

3. Kab. OKU Selatan( Ibukota Muara Dua)

4. Kab. Ogan Komering Ilir ( Ibukota Kayu Agung)

5. Kab. Muara Enim ( Ibukota Muara Enim)

6. Kab. Lahat ( Ibukota Lahat)

7. Kab. Musi Rawas ( Ibukota Lubuk Linggau)

8. Kab. Musi Banyuasin ( Ibukota Sekayu)

9. Kab. Banyuasin ( Ibukota Pangkalan Balai)

10. Kab. Ogan Ilir ( Ibukota Indralaya)

11. Kab. Empat Lawang (Ibukota TebingTinggi)

12. Kota Palembang ( Ibukota Palembang)

13. Kota Pagar Alam ( Ibukota Pagar Alam)

14. Kota Lubuk Linggau ( Ibukota Lubuk Linggau)

15. Kota Prabumulih ( Ibukota Prabumulih)

Jumlah agama yang menjadi bahasan ini hanya meliputi 5 agama yaitu : Islam, Khatolik, Kristen, Budha dan Hindu. Di tahun 2003 persentase pengikut agama Islam sebesar 95,16 persen, Budha 1,53 persen, Khatolik 1,29 persen, Kristen 1,16 persen dan Hindu 0,86 persen.

Hubungan sosial terutama di dasarkan kepada semangat kebangsaan, walaupun dalam kehidupan sehari-hari sangat dipengaruhi oleh adat istiadat, seperti dalam bercakap-cakap atau cara bicara yang sopan.

Pada umumnya penduduk Sumatera Selatan sangat hormat kepada para tamu dan pengunjung yang berasal dari daerah lain.

Gaya hidup mereka sangat dipengaruhi oleh era modernisasi. Sebagian besar penduduk sangat terbuka dalam perilaku mereka terutama dengan aspek positif serta menyambut baik reformasi dan inovasi terutama yang berkaitan dengan konsep pembangunan.

Seperti halnya dengan provinsi lain yang ada di Sumatera Selatan dibagi habis menjadi kabupaten dan kota. Kabupaten / kota dibagi menjadi kecamatan ? kecamatan dibagi lagi menjadi desa ? desa dan kelurahan ? kelurahan.

Jumlah desa di Sumatera Selatan sebanyak 343. Dan Jumlah kecamatan sebanyak 149 buah. Dengan jumlah penduduk sekitar 6,7 juta jiwa (3,29 %)

Untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat setiap aparat pemerintahan Sumatera Selatan menegakkan prinsip-prinsip pemerintahan yang bersih dan bertanggungjawab. Ciri khas dari pemerintah seperti ini adalah efektif, efisien, transparan, partisipatif, responsif dan \'accountable\' dengan indikasi terjalin satu sama lain.

Wisata Sejarah

Benteng Kuto Besak
Musium Bersejarah
Bagus Kuning
Kantor Ledeng
Bukit Siguntang
Monpera
Musium Bala Putra Dewa
Taman Purbakala Kerajaan Sriwi
Jembatan Ampera
Sabokingking
Kawah Tekurep

Wisata Alam

Sungai Musi
Pulau Kemaro
Taman Hutan Wisata Punti Kayu

Sejarah Linggau

Tahun 1929 status Lubuklinggau adalah sebagai Ibu Kota Marga Sindang Kelingi Ilir, dibawah Onder District Musi Ulu. Onder District Musi Ulu sendiri ibu kotanya adalah Muara Beliti. Pada tahun 1933 Ibukota Onder District Musi Ulu dipindah dari Muara Beliti ke Lubuklinggau.

Tahun 1942-1945 Lubuklinggau menjadi Ibukota Kewedanaan Musi Ulu dan dilanjutkan setelah kemerdekaan. Pada waktu Clash I ( Agresi Militer Belanda I ) tahun 1947, Lubuklinggau dijadikan Ibukota Pemerintahan Propinsi Sumatera Bagian Selatan.

Tahun 1948 Lubuklinggau menjadi Ibukota Kabupaten Musi Ulu Rawas dan ditetapkan sebagai Ibukota Keresidenan Palembang. Pada tahun 1956 Lubuklinggau menjadi Ibukota Daerah Swatantra Tingkat II Musi Rawas.

Tahun 1981 dengan Peraturan Pemerintah ( PP ) Republik Indonesia Nomor 38 tanggal 30 Oktober 1981 Lubuklinggau ditetapkan statusnya sebagai Kota Administratif.

Tahun 2001 dengan Undang-Undang ( UU ) Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2001, tanggal 21 Juni 2001 Lubuklinggau statusnya ditingkatkan menjadi Kota. Dan pada tanggal 17 Oktober 2001 Kota Lubuklinggau diresmikan menjadi Daerah Otonom.

1. Visi & Misi

Dengan memperhatikan letak strategis Kota Lubuklinggau sebagai kota transit serta kondisi alam serta budayanya, maka Pemerintah Kota Lubuklinggau telah menyusun 9 ( sembilan ) prioritas pembangunan guna mendukung Visi Kota Lubuklinggau terwujudnya Kota Lubuklinggau sebagai "Pusat Perdagangan, Industri, Jasa dan Pendidikan Melalui Kebersamaan Menuju Masyarakat Madani". Dengan misi Kota Lubuklinggau sebagai berikut :

  • Menumbuhkembangkan pusat bisnis, perdagangan, industri dan jasa secara terpadu.
  • Meningkatkan Sumber Daya Manusia ( SDM ).
  • Meningkatkan profesionalisme aparatur dalam penyelenggaraan pemerintahan.
  • Meningkatkan dan menata infrastruktur perkotaan yang berwawasan lingkungan hidup.
  • Memberdayakan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya dan potensi secara optimal dan lestari.
  • Meningkatkan pembangunan sosial kemasyarakatan.

Dengan telah ditetapkannya visi dan misi Kota Lubuklinggau diatas. Harapan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat telah berada pada jalur yang mengarah ketujuan yang benar. Peluang masyarakat dan swasta dalam perwujudan visi dan misi terbuka sangat luas.

2. Prioritas Pembangunan

Dalam mendukung terwujudnya visi dan misi maka telah dirumuskan bidang prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan, penetapan sembilan bidang prioritas tersebut didasarkan pada kondisi dan potensi yang ada di wilayah Kota Lubuklinggau. Kesembilan prioritas pembangunan Kota Lubuklinggau tersebut sebagai berikut :

§ Bidang Perdagangan

§ Bidang Industri

§ Bidang Pendidikan

§ Bidang Kesehatan

§ Bidang Sarana & Prasarana Perkotaan

§ Bidang Perhubungan

§ Bidang Tata Ruang & Lingkungan Hidup

§ Bidang Hukum & Pemerintahan

Bidang Agama & Pemberdayaan Masyarakat

1. Letak Geografis & Luas Wilayah

Kota Lubuklinggau adalah salah satu Kota setingkat Kabupaten yang terletak paling Barat di wilayah Propinsi Sumatera Selatan dengan posisi koordinat antara 102°40'0" - 103°0'0" Bujur Timur dan 3°4'10" - 3°22'30" Lintang Selatan berbatasan langsung dengan kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, dengan luas daerah seluruhnya berdasarkan Undang-Undang ( UU ) No. 7 tahun 2001 seluas 401,50 Km2 atau 40.150 Ha, dan terletak pada ketinggian 129 meter dari permukaan laut. Secara administratif Kota Lubuklinggau mempunyai batas-batas sebagai berikut :

1. Sebelah Utara
Berbatasan dengan Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas.

2. Sebelah Timur
Berbatasan dengan Kecamatan Tugu Mulyo dan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas.

3. Sebelah Selatan
Berbatasan dengan Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas dan Provinsi Bengkulu.

4. Sebelah Barat
Berbatasan dengan Provinsi Bengkulu.

2. Keadaan Alam

Kota Lubuklinggau mempunyai iklim tropis basah dengan variasi curah hujan rata-rata antara 2.000 – 2.500 mm / tahun, dimana setiap tahun jarang sekali ditemukan bulan kering. Selama tahun 2005 curah hujan tertinggi terjadi pada Bulan Desember dan terendah pada Bulan Juni.

3. Topografis

Luas wilayah Kota Lubuklinggau seluruhnya adalah 401,50 Km2 atau 40.150 Ha terdiri dari 66,5 persen dataran rendah yang subur dengan struktur 62,75 persen tanah liat dan keadaan alamnya terdiri dari hutan potensial, sawah, ladang, kebun karet dan kebun lainnya. Di Kota lubuklinggau tidak terdapat gunung berapi. Di bagian sebelah barat kota ini terdapat Bukit Sulap.

4. Keadaan Tanah

Keadaan tanah di Kota Lubuklinggau terdiri dari:

1. Aluvial : warna coklat kekuning-kuningan, dijumpai di bagian dataran Kota Lubuklinggau, sesuai untuk padi sawah dan palawija.

2. Assosiasi Gleihumus : meliputi 7,17 persen dari luas kota, sebagian besar terdapat di Kecamatan Lubuklinggau Selatan, cocok untuk tanaman padi.

3. Litosol : digunakan untuk tanaman keras, rumput-rumputan dan ternak.

4. Regosol : sebagian besar terdapat di Kecamatan Lubuklinggau Selatan, cocok untuk tanaman padi, palawija dan tanaman keras lainnya.

5. Hidrologi

Di Kota Lubuklinggau terdapat sungai besar yaitu Sungai Kelingi yang merupakan sumber air untuk irigasi lahan persawahan di Kota Lubuklinggau dan sebagian Kabupaten Musi Rawas.

Penduduk

Dari hasil Sensus Penduduk Tahun 2000 jumlah penduduk Kota Lubuklinggau sebanyak 158.257 jiwa, dan pada tahun 2005 ( kondisi 1 Juni 2005 ) jumlah penduduk sebanyak 174.452 jiwa atau dengan rata-rata tingkat pertumbuhan penduduk pertahun sebesar 1,96%. Komposisi penduduk menurut jenis kelamin adalah 88.147 orang laki-laki dan 86.305 orang perempuan atau dengan seks rasio sebesar 102.

Struktur umur penduduk Kota Lubuklinggau tergolong penduduk “muda” karena proporsi penduduk di bawah 15 tahun masih cukup tinggi, yaitu sekitar 30 persen dan penduduk tua (umur diatas 60 tahun) hanya sekitar 4,7 persen.

Distribusi penduduk menurut kecamatan tidak merata. Dari 8 ( delapan ) Kecamatan yang ada di Kota Lubuklinggau, jumlah penduduk yang terbanyak adalah di Kecamatan Lubuklinggau Timur II ( 17,44% ), kemudian diikuti oleh Kecamatan Lubuklinggau Barat I ( 15,54% ), dan Kecamatan Lubuklinggau Utara II ( 14,91% ). Sedangkan kecamatan yang paling sedikit jumlah penduduknya adalah Kecamatan Lubuklinggau