Selamat Datang di Seni MAN 1 Lubuklinggau, Selamat Menikmati Cara Hidup Sehat, Semoga Anda Betah Dan Selalu Datang Berkunjung di artman1llg, Silahkan komentari, kritik dan Sarannya, Selamat Bargabung.

Showing posts with label Ketawa Ala MAN I. Show all posts
Showing posts with label Ketawa Ala MAN I. Show all posts

Barangkali

Suatu hari guru menyuruh membuat kalimat dengan kata BARANGKALI.
Guru : Ayo siapa yang bisa membuat kata barangkali.
Murid 1 : Saya! Barangkali di kelas ini saya yang paling pinter.
Guru : Bagus, ayo siapa lagi?
Murid 2 : Saya bu! Barangkali saya anak yang paling ganteng di dunia ini.
Guru : Bagus, siapa lagi?
Murid 3 : Saya! Batu, pasir, kerikil, lele dumbo dan kawan - kawannya adalah BARANGKALI.
Guru : #$%&%#$&
By: Me

Si Pahit Lidah

Tersebutlah kisah seorang pangeran dari daerah Sumidang bernama Serunting. Anak keturunan raksasa bernama Putri Tenggang ini, dikhabarkan berseteru dengan iparnya yang bernama Aria Tebing. Sebab permusuhan ini adalah rasa iri-hati Serunting terhadap Aria Tebing.
Dikisahkan, mereka memiliki ladang padi bersebelahan yang dipisahkan oleh pepohonan. Dibawah pepohonan itu tumbuhlah cendawan. Cendawan yang menghadap kearah ladang Aria tebing tumbuh menjadi logam emas. Sedangkan jamur yang menghadap ladang Serunting tumbuh menjadi tanaman yang tidak berguna.

Perseteruan itu, pada suatu hari telah berubah menjadi perkelahian. Menyadari bahwa Serunting lebih sakti, Arya Tebing menghentikan perkelahian tersebut. Ia berusaha mencari jalan lain untuk mengalahkan lawannya. Ia membujuk kakaknya (isteri dari Serunting) untuk memberitahukannya rahasia kesaktian Serunting.
Menurut kakaknya Aria Tebing, kesaktian dari Serunting berada pada tumbuhan ilalang yang bergetar (meskipun tidak ditiup angin). Bermodalkan informasi itu, Aria Tebing kembali menantang Serunting untuk berkelahi.
Dengan sengaja ia menancapkan tombaknya pada ilalang yang bergetar itu. Serunting terjatuh, dan terluka parah. Merasa dikhianati isterinya, ia pergi mengembara.
Serunting pergi bertapa ke Gunung Siguntang. Oleh Hyang Mahameru, ia dijanjikan kekuatan gaib. Syaratnya adalah ia harus bertapa di bawah pohon bambu hingga seluruh tubuhnya ditutupi oleh daun bambu. Setelah hampir dua tahun bersemedi, daun-daun itu sudah menutupi seluruh tubuhnya. Seperti yang dijanjikan, ia akhirnya menerima kekuatan gaib. Kesaktian itu adalah bahwa kalimat atau perkataan apapun yang keluar dari mulutnya akan berubah menjadi kutukan. Karena itu ia diberi julukan si Pahit Lidah.

Ia berniat untuk kembali ke asalnya, daerah Sumidang. Dalam perjalanan pulang tersebut ia menguji kesaktiannya. Ditepian Danau Ranau, dijumpainya terhampar pohon-pohon tebu yang sudah menguning. Si Pahit Lidah pun berkata, "jadilah batu." Maka benarlah, tanaman itu berubah menjadi batu. Seterusnya, ia pun mengutuk setiap orang yang dijumpainya di tepian Sungai Jambi untuk menjadi batu.

Namun, ia pun punya maksud baik. Dikhabarkan, ia mengubah Bukit Serut yang gundul menjadi hutan kayu. Di Karang Agung, dikisahkan ia memenuhi keinginan pasangan tua yang sudah ompong untuk mempunyai anak bayi
(Diadaptasi secara bebas dari Ny. S.D.B. Aman,"Si Pahit Lidah," Folk Tales From Indonesia, Jakarta: Djambatan, 1976, pp. 25-28).

ulang tahun nenek dan silsilah

Dari angka satu


Fitran menelpon nenek dan mengucapkan selamat ulang tahun

”Ulang tahun yang ke berapa nek?”

”Sudah 63 tahun” jawab nenek

Fitran terdiam sejenak dan bertanya lagi, ”Nenek mulai menghitung dari angka satu kan?

Bunyi Cicit

Fitran sedang diajari bapak tentang silsilah keluarga. ”Kamu anaknya bapak. Bapak anaknya eyang putri. Jadi eyang putri itu ibunya Bapak, dan kamu cucunya, ujar Bapak bersemangat.

Nah kalau eyang uyut itu ibunya eyang putri, sementara papa cucunya adalah cucunya eyang uyut. Kamu itu jadinya cicit, lanjut Bapak. Mendengar itu Fitran dengan spontan menjawab, ’LHA EMANYA AKU TIKUS, YA, BAPAK?’

Tutup Mata dan Kebersihan

Tutup Mata


Noni: “Eh, Lin! Tau “nggak, Aku punya 200 ekor ikan Mas, lho!”
Reni: “Oh ya?! Dimana kamu taruh ikan sebanyak itu, kamu kan “nggak punya kolam ikan atau akuarium?”
Noni: “Ssst, aku taruh di bak mandiku.”
Rani: “Lho, kalau kamu mandi, gimana donk?”
Noni: “Tenang aja deh, semua ikan itu sudah aku tutup matanya.”



Kebersihan


Dengan wajah merah padam, wali siswa Honky menyerbu masuk ke ruang Kepala Sekolah. “Saya ingin tahu,” katanya dengan gigi gemeletuk, “Mengapa anak saya, Honky, diberi nilai nol untuk ujian bahasa?!”
“Tenang, tenang, Ibu,” kata Kepala Sekolah. “Biar kita panggil guru bahasanya. Ia tentu punya alasan.”
Beberapa saat kemudian datanglah guru yang dimaksud.
“Mengapa kau berikan nilai nol untuk ujian bahasa kepada Honky Susi anakku?” tanya nyonya wali siswa Honky sambil meremas-remas tangannya.
“Tidak ada pilihan lain,” kata guru itu. “Ia memberikan kertas putih, tak satu pun yang ditulisnya di sana.”
“Itu bukan alasan,” potong nyonya wali siswa Honky dengan kasarnya.
“Setidak-tidaknya Anda “kan bisa memberikan angka tujuh untuk kebersihannya itu.”

Alat penurun Berat

Alat Penurun Berat Badan

Albert sedang berdiskusi dengan seorang dokter tentang alat penurun berat badan berbentuk stiker yang diiklankan diTV. Menurut iklan pengguna cukup menempelkannya dijamin akan turun berat badan beberapa kilo.

”Tentu saja!” jawab sang dokter, ”Kalau Anda menempelkannya di mulut.”
(Nggak bisa makan donk)


By. Seni MAN 1

Santai, Sempoa

Santai

Pak Jon siang ini ada les matematika maka ia tidak pulang kerumah, dan ia menelpon rumah makan ’Santai’ untuk memesan sejumlah makanan.

Ketika telpon tersambung, seperti biasa Pak Jon bertanya, ”Hallo, Santai, ya?”

Dari ujung telepon terdengar suara ketus,”Nggak, lagi sibuk!” dan terdengar suara gagang telpon diletakkan keras. Rupanya Pak Jon salah sambung.

Sempoa

Seorang siswa sedang melihat-lihat ditoko loak, sambil memegang sesuatu ia bertanya agak keras’ ”Bagian tubuhku yang mana, yang dapt kupijat dengan alat ini?”

Wanita dibalik konter kasir menoleh dan menjawab, ”Itu sempoa”.

Tahu Medan

Tahu Medan

Ketika akan mengunjungi Darma yang ulang tahun rombongan kelas XII IPA 2 melaju motor masing masing menuju lokasi yang cukup sulit. Dirumah Darma, Arif lebih dulu sampai.
”Wah Fatur sudah hapal medan, makanya cepat sampai” ujar temannya.

” Bukan medan, ini Linggau” kata Arif Slow.

Absen

Sebagai wali kelas XI IPA 1 aku memberikan sugesti hadiah kepada siswa yang tidak pernah absen. Hadiah tersebut akan diberikan pada waktu bagi raport. Semua berjalan baik, sampai tiba saatnya pemberian hadiah kepada seorang siswa yang bersih absen.

Dia tak kunjung datang ketika dipanggil kedepan. Rupanya si siswa absen hari itu.


By.SeniMAN 1

Beli Uang, Stop

Beli Uang

Fitran 3 tahun diajak tante Nana belanja di sebuah toko mainan. Usai berbelanja Fitran mendadak mulai rewel. ”Tante ayo beli lagi mainan mobilannya.” rengek Fitran pada tantenya.
”Aduh sayang. Uang tante sudah habis,” jawab tante sekenanya.
”Kalau begitu, Tante beli uang lagi aja,” ujarnya dengan nada memelas.

Stop

Ketika berkunjung ke rumah Uwak di Megang, Faizal dan keluarga sedang asik menonton tv dan sibuk mengganti chanel kesukaannya, tiba-tiba seekor tikus tak diundang masuk kerumah. Uwak berusaha mengusirnya dengan sapu. Sedang Faizal naik kekursi sambil teriak. ”Stoop! Tikus stooop!

Kami memandang kearah Faizal menekan-nekan tombol remote control tv, sambil mengarahkannya ketikus itu.

Sedang rusak, lelaki, teman yang baik

Sedang Rusak

Hendra dan Hendri sedang santai dihalaman sekolah, sambil mengamati pesawat yang melintas diudara. ”Tahu, nggak?” komentar Hendri ”Pesawat itu dari tadi terbang diam selama 10 menit disitu saja lho.” ”O, mungkin pesawatnya sedang rusak,” jawab Hendra.

Lelaki Hebat

Seorang pengangguran memandangi perut istrinya yang sedang hamil. Dia kemudian berkata, ”Begitu kamu keluar dari perut ini, kamu akan melihat seorang lelaki yang memiliki pekerjaan sangat hebat!” ”Tentu saja,” ujar sang istri. ”Dokter, kan?”


Teman yang baik

Esy sempat cerita ke Amrina teman sekelasnya di MAN LLg, sewaktu pulang sekolah ada sepeda motor berhenti didepanya menggunakan pakaian sekolah. Esy pikir teman sekolahnya mengajak berboncengan. Iapun langsung naik, sepeda motorpun segera melaju. Ketika sampai dilampu merah dekat rumahnya dan tidak ada tanda tanda sepeda motor berhenti. Esypun menepuk pundak pengendara. Sewaktu kaca helmnya dibuka, Esy terkejut lantaran tidak mengenali wajah dibalik helm, dan dia juga tidak kenal saya. Sampai sekarang Esy tidak tahu siapa pria baik hati itu, karena dia langsung tancap gas pos alias ngacir.

Anehnya, Kurang Keras

Anehnya

Dodon telah menyelesaikan sekolahnya di STPDN dan ia mengunjungi almamaternya dengan memberikan pengalamannya di MAN 1 LLG. Dodon memberikan pengarahan bagaimana belajar di STPDN. Robi seorang siswa bertanya apakah sifat cerobohnya nanti jadi masalah ketika belajar disana.
”STPDN bukan tempat yang cocok untuk orang yang sering membuat kesalahan” jawab Dodon.
Sambil menunjukkan kepalanya yang plontos ”Tapi anehnya, potongan rambut
yang salah tidak pernah dipermasalahnya” keluhnya.

Kurang Keras

Ini bukan pertama kali Julia ke Palembang setamat MAN ia melanjutkan sekolah di IAIN RF, setelah 12 jam naik kereta badan terasa penat. Julia langsung menyetop taksi sedan dan menyandarkan badan sambil berkata. ” Ke Bukit Pak.”
Sopir taksi berkata ”Kurang keras, Mbak!”
Dengan malas Julia mengulangi perkataanya, ”Ke Bukit, Pak.”
Tapi sang sopir dengan sopan kembali berkata, ”Maaf Mbak kurang keras.”
Lantaran jengkel, karena sopir tak menyimak, Julia sedikit teriak, ”Saya mau ke Bukit, Pak!”
Dalam hati Julia berkata; ”Bolot amat sih sopir ini. Tidak tahu orang capek.”
Sopir agak terkejut dan menoleh kebelakang ”Maaf Mbak. menutup pintunya kurang keras. Tolong ditutup ulang.”
O alah!.

Lasagna dan tabung urin

LASAGNA

Maryati baru saja lulus MAN Lubuklinggau, ia mencoba memulai pekerjaanya sebagai pramusaji disebuah cafe makanan italia. Manajer cafe menguji pengetahuan karyawan baru mengenai makanan. Karyawan disuruh mencicipi berbagai hidangan, dilanjutkan sesi pertanyaan. Ketika tiba riliran Maryati, sang manajer menunjuk sepiring lasagna dan bertanya, ”Coba kamu jelaskan mengenai lasagna.”

Mengira sang manajer cadel, Maryati spontan menjawab, ”Maaf Pak. Saya belum sempat mencicipinya, jadi belum tahu RASANYA”.

Tabung Urin

Jamilah senang sekali setelah tamat MAN bisa masuk kebidanan dan sekarang sudah bisa magang dirumah sakit. Ketika magang datang seorang pasien untuk mengambil sampel medis. Jamilah memberikan tabung kecil untuk diisinya dengan tabung urin, dan jamilah menunjukkan arah kekamar mandi.

Beberapa menit kemudia, pasien kembali menemui Jamilah sambil membawa tabung kosong. ”Aku nggak perlu ini kok,” jawab pasien ringan. ”Didalam sudah ada toiletnya”.

Lasagna dan tabung urin

LASAGNA

Maryati baru saja lulus MAN Lubuklinggau, ia mencoba memulai pekerjaanya sebagai pramusaji disebuah cafe makanan italia. Manajer cafe menguji pengetahuan karyawan baru mengenai makanan. Karyawan disuruh mencicipi berbagai hidangan, dilanjutkan sesi pertanyaan. Ketika tiba riliran Maryati, sang manajer menunjuk sepiring lasagna dan bertanya, ”Coba kamu jelaskan mengenai lasagna.”

Mengira sang manajer cadel, Maryati spontan menjawab, ”Maaf Pak. Saya belum sempat mencicipinya, jadi belum tahu RASANYA”.

Tabung Urin

Jamilah senang sekali setelah tamat MAN bisa masuk kebidanan dan sekarang sudah bisa magang dirumah sakit. Ketika magang datang seorang pasien untuk mengambil sampel medis. Jamilah memberikan tabung kecil untuk diisinya dengan tabung urin, dan jamilah menunjukkan arah kekamar mandi.

Beberapa menit kemudia, pasien kembali menemui Jamilah sambil membawa tabung kosong. ”Aku nggak perlu ini kok,” jawab pasien ringan. ”Didalam sudah ada toiletnya”.

Barangkali

Barang kali

Suatu hari guru menyuruh membuat kalimat dengan kata BARANGKALI.
Guru : Ayo siapa yang bisa membuat kata barangkali.
Siswa 1 : Saya! Barangkali di kelas ini saya yang paling pinter.
Guru : Bagus, ayo siapa lagi?
Siswa 2 : Saya bu! Barangkali saya anak yang paling ganteng di dunia ini.
Guru : Bagus, siapa lagi?
Siswa 3 : Saya! Batu, pasir, kerikil, lele dumbo dan kawan - kawannya adalah BARANGKALI.
Guru : ?

Apel Coklat

Apel Coklat


Seorang anak laki-laki usia empat tahun sedang makan apel di kursi belakang mobil dalam perjalanan pulang dari sekolah. Dia bertanya kepada ayahnya yang sedang mengemudi, “Yah, mengapa warna apelku berubah menjadi coklat?”
“Karena,” jawab si ayah menjelaskan, “Setelah kamu memakan kulitnya, daging buah apel itu akan langsung kontak dengan udara, yang menyebabkan daging buahnya teroksidasi dengan molekul-molekul yang dapat mengubah struktur buah apel itu, sehingga akhirnya buah apel itu berubah warna.”
Setelah sang ayah selesai menjelaskan, suasana menjadi sunyi beberapa lama, sampai tiba-tiba sang anak bertanya dengan suara perlahan, “Yah, Ayah tadi bicara sama aku ya?”


Profesor linglung

Pada suatu malam seorang profesor yang pelupa dan linglung pulang terlambat. Ketika hendak membuka pintu, dia sadar bahwa dia tidak membawa kunci rumah. Akhirnya dia mengetuk-ngetuk pintu rumahnya hingga istrinya terbangun dan membukakan pintu.
Karena keadaan rumah sangat gelap, pada waktu membuka pintu sang istri tidak dapat mengenali si profesor yang adalah suaminya. Sang istri lalu berkata, “Maaf Pak, … Profesor sedang keluar, dia tidak ada di rumah.”
Profesor pelupa itu menjawab, “Oke, kalau begitu saya akan kembali lagi besok. Terima kasih, Bu!”

Ketawa Ala MAN 1

Jeruk Padang

Weekend lalu, aku dan Faizal 5,5 tahun belanja di supermarket. Seperti biasa, Faizal kalau dijalan bawelnya minta ampun sekali,
“Mama, buah yang jadi rumahnya Sponge Bob, namanya apa? Ya? Tanyanya penasaran.
“Nanas” jawabku
“Kalau yang besar itu apa kok nggak beli?
Itu jeruk balui Kurang manis. Faizal mau buah apa?” “Izal mau jeruk”
“Kita beli jeruk medan saja , ya rasanya enak lho” ujarku.
Diconter jeruk aku mencicipi sebuah
“Manis nggak ma? Tanya Faizal tak sabar. “Manis kok Faizal mau coba? Faizal mengangguk
Ketika hendak menimbnag Faizal berkata “ Ma jeruk Bali ada, jeruk Medan ada jeruk Padang ada nggak ma?


By. Seni MAN 1

Tenang Nek

Tenang Nek
Temanku Betty pergi mengunjungi cucunya, Willow 4. Willow terus2an merengek minta minta dinyanyikan sebuah lagu. Betty pendengarannya sudah tak sempurna berusaha benolak dengan cara mengalihkan perhatian Wilow ke hal yang lain.
Akhirnya saat dia berdiri, Betty iseng-iseng mencoba bernyayi. Baru beberapa bait dia bersenandung Willow berlari menujunya sambil menenangkan.
“Tenang ya Nek Sebentar lagi Mama datang kok! Ujarnya cemas.

Pengingat
Aku menemukan secarik surat dari wali kelas putraku, Andika 6 tahun dalam keadaan kumal. Saat kutanya. Dia mengaku lupa memberikannya padaku. Kekika kutanya lagi apakah sudah terlambat untuk membalasnya, dia hanya mengangkat bahu dan berkata, “Mungkin”.
“Ya ampun Andika” kata kakaknya 8 kenapa sih kamu pelupa sekali?
“Ya ampun Melissa balas Andika “Kenapa sih kamu pengingat sekali?”

By. Seni MAN 1

Ketawa ala MAN 1

Suka Makan

Anita siswa kela XI IPA 1 memiliki yang postur tubunya terbilang tambun. Kebetulan Fahri keponakanku usia 4 tahun sedang ku bawa kesekolah karena ada acara halal bil halal. Sedang asyik bermain, Fahril tiba-tiba menghentikan aktivitasnya dan memandangi Anita dengan teliti, dari atas sampai bawah. Mulanya kudiamkan tapi lama2 aku penasaran juga, “ada apa Fahri kok dari tadi memandangi Ayuk Anita terus?’

“Ayuk, perunya gendut, banyak makan ya?” ujar Fahri

Aduh Fahri malu-maluin aja.

By Seni MAN 1


Tenang Nek

Temanku Betty pergi mengunjungi cucunya, Willow 4. Willow terus2an merengek minta minta dinyaikan sebuah lagu. Betty pendengarannya sudah tak sempurna berusaha benolakdengan cara mengalihkan perhatian Wilow ke hal yang lain.

Akhirnya saat dia berdiri, Betty iseng-iseng mencoba bernyayi. Baru beberapa bait dia bersenandung Willow berlari menujunya sambil menenangkan.

“Tenang ya Nek Sebentar lagi Mama datang kok! Ujarnya cemas.

By Seni MAN 1

Ketawa ala MAN 1

Penemu Bola Volly

Siswa MAN 1 selesai mengadakan ulangan tengah semester. Giliran tugas guru mata pelajaran mengoreksi hasil ulangan berbentuk essay tersebut. Termasuk Pak Mulyadi juga memeriksa pelajaran teori olahraga dengan pertanyaan : ‘Siapa penemu bola volley, dimana? dan kapan pertama kali ditemukan?’ Pak Mulyadi tak menyangka bakal dapat jawaban senekad ini : ‘Penemu bola volley adalah Polyana (nama siswa MAN 1) pertama kali ditemukan disudut lapangan jum’at kemarin.

By: Seni MAN 1