Selamat Datang di Seni MAN 1 Lubuklinggau, Selamat Menikmati Cara Hidup Sehat, Semoga Anda Betah Dan Selalu Datang Berkunjung di artman1llg, Silahkan komentari, kritik dan Sarannya, Selamat Bargabung.

Showing posts with label Artikel Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Artikel Pendidikan. Show all posts

PEMANFAATAN MEDIA WEBLOG SEBAGAI SARANA PELIBATAN KELUARGA PADA PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI ERA KEKINIAN

Oleh : Yenni Agustina


Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan komunikasi memberikan tantangan dalam pendidikan anak zaman sekarang. Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2016 sekitar 132,7 juta jiwa. Media yang digunakan sebagian besar adalah gawai, dengan jumlah pengguna sekitar 67,2 juta jiwa. Sebanyak 34 juta pelajar adalah pengguna internet. Besarnya jumlah pengguna internet dari kalangan pelajar perlu menjadi perhatian bagi dunia pendidikan. Berbagai konten terdapat dalam internet baik positif maupun negatif. Penyalahgunaan internet seperti mengakses konten negatif akan berpengaruh bagi tumbuh kembang anak. Selain itu, penyalahgunaan teknologi dan komunikasi juga dapat mengakibatkan berbagai permasalahan dalam perilaku anak misalnya kecanduan game, bullying, motivasi belajar yang menurun dan lain-lain (Kemendikbud, 2018).
Media digital menjadi salah satu sarana penyebarluasan informasi yang berkembang sangat pesat. Internet kini menjadi sumber utama mendapatkan informasi bahkan mengalahkan surat kabar. Blog dapat juga dimanfaatkan menjadi sarana penghubung antara orang tua, siswa dan sekolah, memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia di blog. Baca juga Strategi Pendidikan Keluarga Melalui Berbagai Saluran
Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Sehingga orang tua tidak boleh menganggap bahwa pendidikan anak hanyalah tanggung jawab sekolah. Pendidikan merupakan suatu usaha manusia untuk membina  kepribadiannya agar sesuai dengan norma-norma atau aturan di dalam masyaratakat. Namun banyak orang tua yang masih mempunyai pola pikir bahwa pendidikan adalah tanggungjawab lembaga pendidikan saja. Dan harapan orang tua terhadap sekolah terlalu tinggi dengan menyerahkan peserta didik sepenuhnya kepada lembaga pendidikan dan menuntut sesuai harapan orang tua. Fenomena ini perlu diluruskan bahwa tanggungjawab orang tua dan masyarakat perlu terlibat dalam proses pendidikan secara berkesinambungan. Dan untuk  membangun karakter anak atau peserta didik perlu pelibatan orang tua di sekolah. Maka sekolah dapat mengambil peran dengan melibatkan orang tua membangun komunikasi sinergis.
Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Sehingga orang tua tidak boleh menganggap bahwa pendidikan anak hanyalah tanggung jawab sekolah. Pendidikan merupakan suatu usaha manusia untuk membina  kepribadiannya agar sesuai dengan norma-norma atau aturan di dalam masyaratakat. Namun banyak orang tua yang masih mempunyai pola pikir bahwa pendidikan adalah tanggungjawab lembaga pendidikan saja. Dan harapan orang tua terhadap sekolah terlalu tinggi dengan menyerahkan peserta didik sepenuhnya kepada lembaga pendidikan dan menuntut sesuai harapan orang tua. Fenomena ini perlu diluruskan bahwa tanggungjawab orang tua dan masyarakat perlu terlibat dalam proses pendidikan secara berkesinambungan. Dan untuk  membangun karakter anak atau peserta didik perlu pelibatan orang tua di sekolah. Maka sekolah dapat mengambil peran dengan melibatkan orang tua membangun komunikasi sinergis.
 Namun permasalahannya adalah bagaimana pemanfaatan media weblog sebagai sarana pelibatan keluarga pada penyelenggaraan pendidikan di era kekinian? 

Kata “media” berasal dari bahasa Latin, medius yang secara harfiah berarti ‘perantara’ atau ‘pengantar’.  Menurut Gagne dan Bringgs secara implisit mengatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran. Sedangkan menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Kemudia menurut National Education Association (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang dengar, termasuk teknologi perangkat keras (Arief S. Sadiman, 2006, hal 6-7). 
Dalam suatu proses pembelajaran, dua unsur yang amat penting adalah metode mengajar dan media pengajaran. Keduanya saling berkaitan, pemilihan salah satu metode mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pembelajaran. Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. (Arsyad, 2007, hal. 15). Manfaat media pembelajaran juga dapat dibaca klik disini

Blog adalah sejenis situs web yang biasanya disusun dalam urutan kronologis dari tulisan (post) yang terbaru di bagian atas halaman utama dan yang lebih lama berada dibawah. Istilah blog adalah singkatan dari weblog,  blog biasanya diperbaharui secara berkala dan memiliki beberapa fitur yang berguna baik untuk pemilik blog maupun pengunjung (visitor) dalam bentuk informasi ataupun tanggapan berdasarkan postingan atau artikel yang termuat di dalamnya. (Cara Membuat Blog Gratis, 2014)
Blog dan jejaring sosial bisa dimanfaatkan untuk mengoptimalkan kompetensi profesional guru. Jika eksistensi blog guru terus hadir di ranah virtual, bukan mustahil dunia pendidikan kita akan semakin kaya berkat sentuhan para guru dalam menyajikan postingan-postingan terbaik.
Penyelenggara pendidikan adalah sekolah menengah atas yang menyelenggarakan pendidikan lanjutan untuk anak lulusan SMP atau setara. Sekolah dan guru memprakarsai dan menyelenggarakan pertemuan dengan orangtua murid dalam rangka mengupayakan dukungan terbaik bagi proses belajar anak sesuai bakat dan minatnya. Selain itu, pihak sekolah membangun kapasitas warganya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pendidikan keluarga serta berbagi pengetahuan dengan orang tua terkait dengan pola pengasuhan anak (Model Pelibatan Orangtua pada Satuan Pendidikan Menengah Atas Berbasis "Talent Mapping", 2016, hal 12).  Baca juga : Guru, Orang Tua dan Masyarakat Sumber Kekuatan Dunia Pendidikan dan Kebudayaan.
Pelibatan keluarga adalah berpartisipasinya orangtua/walimurid pada kegiatan kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah dan atau perkumpulan orangtua sebagai bentuk kemitraan tri sentra pendidikan yaitu kerjasama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat yang berlandaskan pada azas gotong royong, kesamaan kedudukan, saling percaya, saling menghormati, dan kesediaan untuk berkorban dalam membangun ekosistem pendidikan yang menumbuhkan karakter dan budaya prestasi peserta didik.

Sebagai seseorang yang memiliki posisi strategis dalam kegiatan pembelajaran, guru harus memiliki beberapa kompetensi meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Yang berkaitan dengan kompetensi sosial, peran guru yang memanfaatkan teknologi dengan membuat bahan ajar dengan memadukan dalam media masa juga memainkan peran edukasi dengan cara menyebarkan informasi, ide, gagasan pendidikan. Guru lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan belajar yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi. Dan kita tahu bahwa dengan bahan ajar yang menarik dapat membangkitkan keinginan dan minat siswa yang baru, membangkitkan motivasi siswa, juga membawa pengaruh terhadap siswa. Juga untuk mengurangi efek buruk media sosial, seperti menyita perhatian dan waktu siswa begitu banyak, prestasi anak menurun  akibat terlalu sering bermain media sosial. Maka penting peran guru untuk mengontrol atau menyiasati media sosial dapat menjadi bahan ajar sehingga siswa juga tertarik dalam belajar karena guru yang mengubah media masa sebagai bahan ajar bukan lagi sebagai musuh guru.

Blog adalah sejenis situs web yang biasanya disusun dalam urutan kronologis dari tulisan (post) yang terbaru di bagian atas halaman utama dan yang lebih lama berada dibawah. Istilah blog adalah singkatan dari we blog,  blog biasanya diperbaharui secara berkala dan memiliki beberapa fitur yang berguna baik untuk pemilik blog maupun pengunjung (visitor) dalam bentuk informasi ataupun tanggapan berdasarkan postingan atau artikel yang termuat di dalamnya. (Cara Membuat Blog Gratis, 2014)

Blog dan jejaring sosial bisa dimanfaatkan untuk mengoptimalkan kompetensi profesional guru. Jika eksistensi blog guru terus hadir di ranah virtual, bukan mustahil dunia pendidikan kita akan semakin kaya berkat sentuhan para guru dalam menyajikan postingan-postingan terbaik. Untuk membuat blog sendiri dapat dipelajari cara-cara membuat blog, sehingga bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran
Pemanfaatan media sebagai penyalur informasi belajar yang hendak disampaikan guru kepada sasaran atau penerima pesan tersebut.  Sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar sebagai sarana penyalur pesan baik fisik maupun non fisik. Sehingga materi pelajaran dapat mudah difahami oleh peserta didik secara lebih efektif dan efisien.
Weblog adalah dikelola oleh penulis dengan akun jeni agustina, dan ini berjalan dari buku harian individu ke program media pembelajaran bahkan dalam mengkampanyekan materi pelajaran mengandung nilai-nilai pendidikan karakter.


Blog yang saya berjudul seni dan pendidikan, fitur yang saya muat sebagai media pembelajaran  berkaitan dengan konten pembelajaran di Madrasah. Seperti artikel, materi pembelajaran (bahan ajar), pendidikan karakter, media pembelajaran, humor dan komik pembelajaran dan soal online. Pada tampilan blog artman1llg.blogspot.com, background-nya foto kaligrafi dekorasi hasil karyaku. Judul blog adalah Seni & Pendidikan, dengan label sebelah kanan, dan laman postingan 60% dari layar tampilan.
Agar media weblog dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Maka media harus menarik, untuk itu penting memanfaatkan fasilitas weblog agar media menjadi menarik  diantaranya membuat tombol interaktif. Tombol interaktif ini selain menarik juga dapat mempermudah pengguna blog. Adapun cara membuat tombol interkatif dalam blog adalah dengan langkah sebagai berikut:
a. login dulu ke blogger
b. Klik menu Tata Letak
c. Klik Tambah Gadget
d. Isikan kolom kosong dengan kod tombol/button pilihan anda
e. Klik simpan, dan lihat hasilnya di blog.
Tombol interaktif ini untuk mempermudah pengunjung/ pengguna untuk menelusuri apa yang dinginkannya hanya dengan mengklik tombol petunjuk. Tombol interaktif pada tampilan blog terdiri dari : Lomba, Info, Karya, Humor, Pendidikan Karakter, Komik, Artikel, Media, Bahan Ajar QH, Soal Online. Untuk melihat tampilan dapat klik disini.
Tombol interaktif ini berisikan bahan atau postingan sesuai label agar lebih mudah pengunjung/pengguna mencari bahan/postingan yang dibutuhkan. Guru dapat mensosialisasikan dan menggunakan alamat laman blog di kelas.
Mengintegrasikan pendidikan karakter dalam meningkatkan jiwa Nasionalisme siswa dapat memanfaatkan media blog dengan cara mengkampanyekan nilai-nilai nasionalisme dalam bentuk foto dan video. Untuk itu dalam blog yang kita  dapat mengaitkan pada sumber lain yang dibutuhkan. Seperti foto dokumentasi dan video dokumenter  yang berkaitan dalam pembelajaran Al Qur’an Hadits tentang ukhuwah (persaudaraan) yang memiliki nilai-nilai karakter untuk meningkatkan jiwa Nasionalisme siswa.  Cara pemanfaatan foto dan video adalah dengan memuat link-nya dalam blog. Kode embed yang ada pada video juga bisa sebagai link yang dapat dimuat dalam blog, dengan langkah sebagai berikut :
a. login dulu ke blogger
b. masuk ‘entri baru’
c. klik icon video ‘insert a video’ maka akan muncul jendela popup
d. pilih video berasal dari komputer atau youtube salin embed nya
e. kembali ke entri, pilih ‘html’ lalu ‘paste’
f. lalu simpan dan ‘terbitkan entri’ (puplikasikan)


    Contoh pemanfaatan googledoc melalui blog artman1llg.blogspot.com

Googledoc adalah aplikasi yang dikembangkan google untuk kebutuhan manajemen dokumen, khususnya aplikasi office. Google doc bukan hanya menyimpan dokumen saja, namun juga bisa digunakan untuk mengolah, menyimpan, membuat dan mengedit. Semua dalam satu paket dan tidak perlu menginstal dikomputer. Adapun langkah pembuatan soal di google form kemudian meletakkannya ke weblog adalah :
a. login dulu ke blogger, lalu google drive
b. pilih google form yang tersedia di google drive.
c. Buat soal dan jawaban dengan pilihan opsi sesuai keinginan
d. Sertakan kunci jawaban dan skor penilaian.
e. Simpan. Lalu ‘bagikan’ ambil kode embed-nya
f. Buat entri baru pada blog, dan pilih kode html lalu ‘paste’
g. lalu simpan dan ‘terbitkan entri’ (puplikasikan)
Dengan google doc ini peserta didik dapat membuka laman artman1llg.blogspot.com lalu memilih tombol soal online dan dapat menjawab soal yang ada dengan pilihan yang ada secara interaktif.  Pada soal online, siswa dapat menjawab kuis berupa pertanyaan pembelajaran yang dapat dibuka oleh siswa dengan memilih label “Tugas Siswa” maka materi dan soal dapat  dijawab oleh siswa dengan interaktif kemudian diakhir jawaban siswa mengklik “kirim”. Untuk melihat contoh soal online sebagai tugas siswa dapat klik disini
 Maka secara otomatis jawaban siswa akan terekam pada spreadsheed. Pembelajaran diluar kelas guru maupun siswa dapat memnfaatkan bahan ajar yang dibuat melalui postingan di weblog dengan alamat http://artman1llg.blogspot.com,  kemudian dapat memilih tombol/button yang tersedia seperti tombol “Pendidikan Karakter” atau pada label “Poster Pembelajaran” .  Siswa dapat menggunakan bahan ajar ini tidak hanya didalam kelas tetapi bisa juga di luar kelas. Kapan dan dimana saja baik melalui perangkat komputer, laptop maupun smartphone, asalkan terkoneksi dengan jaringan internet. Selain itu siswa dapat mendownload bahan ajar dan bisa digunakan secara ofline. Cara memposting bahan ajar :
a. login dulu ke blogger
b. masuk ‘entri baru’
c. naskah bahan ajar bisa kita ketik atau bila sudah ada ‘paste’ di tempat yang tersedia
d. ada beberapa ikon/tanda yang bisa kita butuhkan sesuai keinginan
e. beri label dan judul untuk mempermudah pengelolaan.
f. lalu simpan dan ‘terbitkan entri’ (puplikasikan).
Weblog mempunyai beberapa keunggulan, diantaranya biaya lebih murah, didukung konten multimedia, dan sumber belajar yang luas dan variatif. Penggunaan lebih mudah, ringan  karena bersifat interaktif. Bahkan orangtua/wali siswa dapat memesan hasil ulangan dan tugas siswa dengan mengajukan form pesanan pada label “Tugas Siswa” kemudian mengisi formulir dan mengirimkan dengan cara klik “kirim” diakhir form yang tersedia. Dan guru dapat mengirimkan hasil evaluasi siswa lewat email. Memang dalam pengembangan weblog dapat lebih baik dan bagus lagi dengan menyertakan aplikasi yang disediakan google drive.  Sehingga konten pembelajaran lebih kaya dan khazanah pengetahuan siswa lebih luas dan tentunya penanaman nilai-nilai karakter dapat tumbuh.
Bentuk kemitraan ini ingin membantu orang tua/wali dalam membangun kesadaran akan pendidikan anak, termasuk di antaranya adalah dengan mengembangkan lingkungan belajar di rumah yang kondusif (aman, nyaman dan menyenangkan).
Pendidikan orang tua ini bisa berupa kelas orang tua/wali yang dilakukan rutin oleh sekolah atau masyarakat (komite sekolah, organisasi mitra dan komponen masyarakat lain). Kelas ini diharapkan dapat membantu orang tua/wali untuk:
a. memperoleh pemahaman yang benar tentang kondisi anak dan upaya-upaya yang dapat dilakukan;
b. meningkatkan peran positif dan tanggung jawab sebagai orang tua/wali dalam mengatasi permasalahan anak; dan
c. meningkatkan kerjasama yang lebih harmonis antara orang tua/wali dan sekolah dalam membantu permasalahan anak.
Sekolah mengkomunikasikan orang tua/wali mengenai materi yang sebaiknya diperkaya dan diperdalam kembali di rumah. Kemitraan sekolah dan keluarga perlu dijalin dengan menyamakan persepsi terutama terkait dasar pelibatana orangtua pada satuan pendidikan. Oleh karena itu, dirancang media-media yang dapat dimanfaatkan sebagai jaringan komunikasi antara ketiga pihak tersebut.
#SahabatKeluarga.


DAFTAR PUSTAKA

 

Agustina, Yenni. (2008, Agustus Senin). artman1llg.blogspot.com. Dipetik September Jum'at, 2017, dari Seni & Pendidikan: artman1llg.blogspot.com
Arief S.Sadiman, e. a. (2006). Media Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Arsyad, A. (2007). Azhar Arsyad, Media Pembelajaran. . Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Dede Sobirin. (2014, Mei 20). Cara Membuat Blog Gratis. Dipetik Oktober Senin, 2017, dari Pengertian Blog dan website: http://caramembuatwebsitepemula.com/pengertian-blog-dan-website/
Drs. Zulfikri Anas, M. (2011). PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI. pendidikan-nilai-budaya-revisi-proceeding3.pdf, (hal. 8).
Kemendikbud. (2016). Model Pelibatan Orangtua pada Satuan Pendidikan Menengah Atas Berbasis "Talent Mapping". BALAI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, Kemendikbud. Sulawesi Selatan: BALAI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI.
Kemendikbud. (2018). Pedoman Lomba Blog Pendidikan Keluarga. Jakarta: Kemendikbud.
sinaujawa.com. (2018, 03 selasa). Dipetik 03 kamis, 2018, dari menjadi-keluarga-di-era-kekinian: http://www.sinaujawa.com


Artikel

Memaknai Kebudayaan di Sekolah
Oleh : Yenni Agustina

PENTINGNYA HAKI DALAM BERKARYA

 PENTINGNYA PERLINDUNGAN HAK CIPTA KARYA GURU DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU

Oleh : Yenni Agustina

 

 


Faraid Putar

Karya ini beranjak dari pengalaman mengajar di kelas dimana saya  pernah mengajar mata pelajaran Fiqh di MA Negeri 1 Model Lubuklinggau. Saya perhatikan motivasi belajar siswa ketika mempelajari materi pembagian dan ketentuan ahli waris/faraid, saya mengenali siswa mulai gelisah dan kebingungan ketika membahas furudhul muqaddarah atau ketentuan ahli waris yang sudah ditetapkan syariat dalam Qur’an Surat Annisa : 21. Pengetahuan siswa kurang ketika membahas pembagian harta warisan, padahal materi ini penting dalam kehidupan sehari-hari dengan mengetahui ilmu faraid, karena permasalahan yang banyak terjadi di masyarakat dalam memperebutkan hak harta warisan padahal agama sudah membuat ketentuan pembagiannya. Maka saya mencari solusinya dengan membuat buku dan alat peraga untuk mempelajari dan mencari ketentuan ahli waris ini dengan nama buku Furudhul  Muqaddarah yang dilengkapi alat peraga Faraid Putar.
Saya gunakan alat peraga Faraid Putar ini  pada mata pelajaran Fiqh di kelas XI semester genap dengan Kompetensi Dasar ”Menjelaskan permasalahan ahli waris”. Dan memang terlihat dalam suasana belajar lebih menyenangkan karena lebih mudah mendapatkan ketentuan ahli waris sehingga memantapkan pengetahuan siswa setelah belajar materi furudhul muqaddarah


Ibu Yenni Agustina sedang mengajarkan cara penggunaan Faraid Putar

Adapun penggunaan Faraid Putar ini sangat mudah yaitu dengan cara memutar karton bagian  depan sehingga tanda tunjuk tepat pada posisi titik yang tepat sesuai keadaan ahli waris yang ditinggalkan. Maka pada lubang ‘mendapat’ akan diketahui berapa bagian yang didapat ahli waris.
Tujuan penggunaan alat peraga Faraid Putar ini
1.    Mempermudah menemukan ahli waris dan bagian-bagiannya sesuai ketentuan dengan cara memutar lapisan kedua sesuai tanda tunjuk.
2.  Belajar Ahli Waris dan Furudh Al Muqaddarah lebih praktis menggunakan buku dengan bahasan yang sederhana dan metode tanya jawab disertai Faraid Putar.
3.    Membantu siswa meningkatkan pemahaman melalui pengalaman dengan lambang visual dalam mengingat informasi dan memantapkan pengetahuan siswa.
4.    Membangkitkan rasa senang dan gembira bagi siswa serta menghidupkan suasana pembelajaran.
Rencana saya, setelah memperoleh sertifikat HAKI untuk karya Faraid Putar ini, bekerjasama dengan penerbit El Syarif akan memperbanyak Faraid Putar ini sebanyak 3000 eksemplar agar dapat digunakan siswa MTs, MA, PTAI dan masyarakat yang mempelajari Faraid. Harapan saya mudah-mudahan karya Faraid Putar ini dapat bermanfaat bagi khalayak umum.

Motivasi Guru

Keutamaan Seorang Guru



https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10208298466214068&id=1676190638
Salinan:

Motivasi Seorang Guru

عن أبي مسعود عقبة بن عمرو الأنصاري رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ (رواه مسلم)

Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits di atas :

1. Kebaikan yang dimaksudkan dalam hadits tersebut adalah kebaikan agama maupun kebaikan dunia. Berarti kebaikan yang dimaksudkan bukan hanya termasuk pada kebaikan agama saja.
2. Termasuk orang yang memberikan kebaikan di sini adalah seorang guru, karena beliaulah yang memberikan wejangan, nasehat, menulis buku dan ilmu yang bermanfaat.
3. Hadits di atas semakna dengan hadits dari Abu Hurairah ra., Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;


مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَىْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ .(رواه مسلم)

“Barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya pahala semisal pahala orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi pahala yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun.” (HR. Muslim no. 1017)

4. Seorang guru adalah pahlawan sepanjang waktu, bukan pahlawan yang hanya diingat dan dihargai
pada waktu tertentu. Bayangkanlah sejenak diri kita sebelumnya, lalu lihatlah bagaimana diri kita hari ini?, bukankah guru yang telah berjasa mendidik dan mengajari kita. Tidak ada satu manusiapun yang sukses tanpa guru. Melalui gurulah Allah subhanahu wata’la memberikan kita ilmu, pengetahuan, dan ketrampilan.
5. Menjadi seorang guru, baik guru dalam ilmu agama maupun ilmu dunia punya keutamaan begitu besar. Yakni Keutamaan seorang yang mengajarkan ilmu.
6. Diantara keutamaan menjadi guru/pendidik, adalah:

  • 1) Memiliki sifat iffah (memelihara diri dari minta-minta), yang dihargai dan dihormati kedudukannya oleh Allah.
  • 2) Allah SWT memberi balasan untuk guru/pendidik yang mendidik dan mengajarkan kebaikan atau pelajaran yang bermanfaat, sama seperti orang-orang yang melakukannya.
  • 3) Allah SWT, para Malaikat, penghuni langit dan bumi bersholawat (mendo’akan) para pendidik yang mengajarkan kebaikan.
  • 4) Para guru dan pendidik senantiasa akan mendapatkan pahala dari Allah sebagai imbalan dari hasil pendidikan dan pembinaannya, meskipun dia sudah mati/wafat.

7. Guru dan Pendidik adalah Da’i dan Muballigh, yang mendakwahkan dan menyampaikan ilmu Allah SWT, karena pada hakikatnya segenap ilmu baik dan berguna bagi manusia, adalah merupakan anugerah Allah kepada manusia, untuk menunjang tugas dan fungsinya sebagai hamba Allah dan Khalifah fil Ardh.


Pembelajaran 2017

Tema hadits yang berkaitan dengan ayat Al-Qur'an :

1. Perintah Dakwah dan Tabligh (Pengajaran), adalah merupakan perintah yang tidak hanya ditunjukan kepada para Nabi dan Rasul Alloh SWT, melainkan juga ditunjukan kepada segenap ummatnya, lebih-lebih para guru dan pendidik;

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ  ۚ  وَأُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ۝

"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali 'Imran 3: 104)

2. Profesi Guru dengan Da'i dan Muballigh adalah tugas mulia yang merupakan perintah yang tidak hanya ditunjukan kepada para Nabi dan Rasul, melainkan juga ditunjukan kepada segenap ummatnya, lebih-lebih para guru dan pendidik;

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ  ۗ ...۝

"Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah."_ (QS. Ali 'Imran 3: 110)

3. Allah perintahkan kepada para aqniya' (murid/masyarakat/pejabat) memberikan perhatian khusus kepada Para Guru karena Iffahnya;

لِلْفُقَرَآءِ الَّذِينَ أُحْصِرُوا فِى سَبِيلِ اللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِى الْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَآءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُمْ بِسِيمٰهُمْ لَا يَسْئَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا  ۗ  وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ ۝

"(Apa yang kamu infakkan) adalah untuk orang-orang fakir yang terhalang (usahanya karena jihad) di jalan Allah, sehingga dia yang tidak dapat berusaha di bumi; (orang lain) yang tidak tahu, menyangka bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka menjaga diri (dari meminta-minta). Engkau (Muhammad) mengenal mereka dari ciri-cirinya, mereka tidak meminta secara paksa kepada orang lain. Apa pun harta yang baik yang kamu infakkan, sungguh, Allah Maha Mengetahui."_ (QS. Al-Baqarah 2: 273)

4. Para guru dan pendidik akan mendapatkan pahala dari Allah meskipun dia telah wafat;

إِنَّا نَحْنُ نُحْىِ الْمَوْتٰى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَءَاثٰرَهُمْ  ۚ  وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنٰهُ فِىٓ إِمَامٍ مُّبِينٍ ۝

"Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuz)."_ (QS. Ya-Sin 36: 12)

"Semoga menjadi motivasi bagi  guru untuk terus giat menyampaikan dan mengajarkan ilmu yang bermanfaat. Aaamiin..."



Best Practice Guru

Peserta Penulisan Terbaik Best Practice Guru

Karya tulis ilmiah lainnya juga saya ikutkan dalam ajang Penulisan Terbaik Best Practice guru yang diadakan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) tahun 2012. Karya PTK yang saya ajukan juga terseleksi untuk diseminasi di Bandung pada tanggal 4 6 Desember 2012 di Hotel Garden Permata Bandung. Peserta dari Sumatera Selatan ada 5 orang guru dan 1 orang pengawas sekolah.  


Presentasi yang dilakukan secara terbuka bentuk paralel dari 200 peserta dibagi 4 bagian. Masing-masing mempresentasikan karya di hadapan dewan juri sekitar 10 menit saja. Banyak karya-karya terbaik di bidangnya dan dipilih 20 terbaik saja. Walaupun peserta Sumatera Selatan belum terpilih, namun mengikuti diseminasi karya guru SMA/MA dari berbagai daerah sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan saling berbagi pengalaman mengajar menjadi sangat mengasyikkan.

Peserta dan Tim Penilai Best Practice 

Media Guru PAI

Karya Faraid Putar masuk dalam Finalis LKIG  TK Nasional


Tahun 2012 ini LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Jakarta bekerjasama denga AJB Bumi Putera mengadakan 4 kompetisi yaitu : LKIG (Lomba Kreativitas Ilmiah Guru) ; LKIR (Lomba karya Tulis Ilmiah Remaja) ke-44 ; PPRI (Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia) dan NYIA (National Young Inventor Award) yang kegiatan akhrinya diadakan 24-27 September 2012 di Gedung LIPI Jakarta. Dalam Kegiatan ini utusan dari MA Negeri 1 Lubuklinggau terpilih sebagai finalis LKIG dari 314 karya naskah karya tulis bidang IPSK dari seluruh wilayah Indonesia. Naskah yang dikirim di bulan agustus lalu diambil 5 finalis salah satunya karya  Yenni Agustina, S.Ag. dengan judul “PENGGUNAAN FARAID PUTAR SEBAGAI UPAYA MEMUDAHKAN SISWA MEMAHAMI FURUDHUL MUQADDARAH KELAS XI IPA.2 SEMESTER 2 DI MA NEGERI 1 LUBUKLINGGAU”.
Gedung LIPI dan Penganugerahan Juara LKIG
Judul yang dipilih oleh ibu Yenni Agustina sesuai bidang materi pelajaran Fiqh untuk siswa kelas XI di MA Negeri 1 Lubuklinggau. Materi Faraid merupakan materi pelajaran yang cukup sulit karena mempelajari tentag ahli waris dan pembagiannya serta cara menghitung pembagian harta warisan yang ditinggalkan untuk ahli waris. Hal ini banyak sekali ketentuan yang sudah diatur dalam syariat agama Islam, agar tidak terjadi perselisihan dan pertengkaran antara sesama anggota keluarga ataupun agar tidak terjadinya pertumpahan darah antar saudara disebabkan memperebutkan harta warisan yang ditinggalkan. Untuk itu dalam Q.S An Nisaa ayat 11-12 diatur pembagian ketentuan waris yang dikenal dzawil furud dan furud al muqaddarah. Hal ini juga melatar belakangi penelitian ibu Yenni terhadap siswa-siswinya di MA Negeri 1 Lubuklinggau terutama kelas XI untuk mempermudah mempelajari faraid khususnya furudul muqaddarah, ibu Yenni menciptakan alat peraga berupa FARAID PUTAR, yang kemudian diteliti pengaruhnya terhadap motivasi siswa siswinya dalam mempelajari faraid. Karena siswa sering kebingungan ketika mempelajari ahli waris dan halangan serta pembagiannya ini.
Harapannya dengan alat peraga Faraid Putar ini akan mempermudah siswa-siswi dan kalangan umum yang sedang mempelajari faraid, akan terbantu mempermudah mempelajarinya dengan simbol secara visual sehingga memantapkan pengetahuannya.
Sebenarnya alat peraga Faraid Putar ini termasuk media berbasis cetakan, yang bahannya sderhana terbuat dari karton 2 lapis dengan diameter 22 dan 18 cm. Berbentuk lingkaran dengan sisi paling luar berisikan para ahli waris dan bagian dalam keadaan ahli waris dan ketentuannya dengan lubang sebagai indicator petunjuknya. Cara menggunakannya cukup mudah hanya dengan menggeser arah tanda tunjuk sesuai ahli waris yang ditinggalkan akan didapat berapa bagian ahli waris tersebut.
Alat peraga Faraid Putar ini masih sederhana, rencananya akan dicetak dan diperbanyak agar semua siswa siswinya dapat menggunakannya dalam pembelajaran, seperti karyanya yang pertama berupa Tajwid Putar. Yang sudah digunakan dikalangan siswa di MA Negeri 1 dan juga kalangan umum yang mempelajari tajwid. Karyanya ini dapat di peroleh ditoko buku Gramedia dan koperasi MA Negeri 1 Lubuklinggau. Tak lupa ibu Yenni juga sudah mendaftarkan hak cipta intektual di HAKI Jakarta untuk 2 karyanya tersebut yaitu Tajwid Putar dan Faraid Putar.
Ibu Yenni berharap karyanya ini dapat bermanfaat untuk orang banyak. Ia bersyukur dengan adanya Lomba Kreatifitas Ilmiah Guru ini dapat mengapresiasi karyanya sebagai seorang guru seshingga dapat menumbuhkan dan menularkan semangat berkarya bagi rekan guru Pendidikan Agama Islam lainnya.
Peserta Tk SMA/MA  dan Penilai LKIG 
Dan untuk siswa siswi juga ia berharap agar terus kreatif untuk berkarya, dan terus mengembangkan imajinasi positif nya untuk kemajuan negeri. Karena sumber daya yang dimiliki oleh generasi bangsa ini sangat besar potensinya. Terbukti ketika ibu Yenni mengikuti kegiatan dan menyaksikan pameran karya yang diadakan LIPI sangat luar biasa. Karya-karya tersebut merupakan karya peserta lomba yang dipamerkan dan di presentasikan. Baik karya pelajar, mahasiswa maupun guru mulai dari yang sederhana hingga yang luar biasa. Seperti SELASA (Sedot langsung Saring) berupa pipet yang didalamnya terdpat spons busa yang dapat menyaring. Hingga karya siswa SMA dengan karyanya berupa Bra Penampung ASI yaitu alat yang bisa menampung tetesan ASI agar tidak terbuang sia-sia, sehingga tercipta bra penampung ASI. Selain itu karya dari siswa Magelang berupa alat detector telur busuk. Prinsip alat ini memanfaatkan metode pengecekan telur busuk dengan cahaya yang sudah jamak dilakukan. Namun ia melengkapi alatnya dengan sensor bunyi swhingga uji telur busuk tak perlu dilakukan dengan mengangkat telur satu-persatu. Dan banyak karya-karya peserta kompetisi pelajar, mahasiswa dan guru ini yang sangat menambah wawasan ilmu pengetahuan dan pengalaman terutama sainsnya.
Walaupun utusan MA Negeri 1 Lubuklinggau belum mendapat juara 1-3, akan tetapi kiprah ibu Yenni di tingkat nasional sudah cukup sering dmana pada tahun 2009 juara 3 TK Nasional pembuatan media pembelajaran yang diadakan Kemenag Pusat, tahun 2010 juara 1 guru kreatif inovatif TK Nasional, tahun 2011 finalis pembuatan media pembelajaran berbasis ITC.

 

Semoga dengan karya nya ini dapat bermanfaat untuk mempermudah dalam proses pembelajaran dan menambah khasanah ilmu pengetahuan terutama bidang Pendidikan Agama Islam. 

Artikel Lomba


Deskriptif
Kebijakan Sekolah Gratis

Pendidikan dipandang sebagai salah satu sector yang memiliki peranan penting dalam upaya meningkatkan harkat dan martabat manusia. Pendidikan hakekatnya penentu masa depan dan tangga kesejahteraan rakyat. Pendidikan itu sebuah investasi jangka panjang.
Berkaitan dengan masa depan pendidikan nasional kebijkan sekolah gratis merupakan bentuk terobosan sekaligus percepatan yang dilakukan pemerintah, untuk memperluas kesempatan memperoleh pendidikan dan memberantas kemiskinan.
Permasalahan belum terjadinya pemerataan dan tingginya biaya pendidika, setidaknya dibuktikan dengan fakta tahun 2003 masih banyak anak usia 7-15 tahun belum pernah sekolah sekitar 693,7 ribu orang.
Dengan adanya sekolah gratis merupakan terobosan konkrit yang dilakukan pemerintah untuk membangun sector pendidikan. Kebijakan sekolah gratis untuk tingkat TK hingga SMA merupakan usaha memberikan layanan dan kemudahan serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga Negara tanpa diskriminasi.
Sekolah gratis sebenarnya bukan suatu yang mustahil untuk dilaksanakan, karena ada daerah miskin yang pemimpinya mampu menerapkan kebijakan sekolah gratis. Mantan Menteri Pendidikan Nasional, Prof. Dr.Ing. Wardiman Djoyonegoro, menegaskan bahwa “ Pendidikan dasar memang seharusnya gratis. Masyarakat diusahakan tidak membayar, karena pendidikan merupakan hak dasar warga Negara Indonesia.” (Berita Pagi, 25 Maret 2008)
Pendidikan hakekatnya adalah sebuah instrument yang paling efektif untuk membebaskan manusia dari berbagai bentuk penindasan,kebodohan, pengangguran, kemiskinan daan ketertinggalan. (Paulo Freire, 2002)
Mudah-mudahan dengan sekolah gratis, secara otomatis beban hidup masyarakat semakin ringan, sekaligus terbantu untuk meningkatkan kesejahteraannya. Dan bangsa Indonesia terbebas dari kebodohan dan kemiskinan menjadi bangsa yang bermartabat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Amin.
                                                                 


                                                                              Yenni Agustina, S.Ag
                                                                              MA Negeri 1 (Model) Lubuklinggau

Pendalaman materi Media Pembelajaran PAI


URGENSI GURU MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN

         Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Maka guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang telah disediakan oleh sekolah/madrasah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntunan zaman. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan efisien, meskipun sederhana dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Di samping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media pembelajaran yang akan digunakan apabila media tersebut belum tersedia.
          Guru bukanlah satu-satunya sumber belajar, karena siswa dapat memperoleh informasi dengan sangat cepat melalui akses dari berbagai media massa seperti : surat kabar, handphone, televisi dan internet. Bahkan CD pembelajaran mandiri dapat dengan mudah dijalankan dalam kemasan materi pelajaran yang menarik karena dilengkapi, gambar, suara, soal dan pembahasannya serta animasi dari berbagai tampilan, dapat dengan mudah dibeli siswa di pasaran dan siswa dapat belajar secara mandiri. Untuk itu agar peran pendidik tidak diabaikan karena kurangnya pembaharuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka guru mesti peka terhadap perubahan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, sehingga tidak menggeser perannya sebagai fasilitator dan sumber belajar.
          Namun masih banyak pendidik yang belum menggunakan media, karena adanya alasan yang membatasi guru dalam menggunakan media. Pertama, banyak guru yang beranggapan bahwa media pembelajaran tidaklah terlalu penting dalam proses belajar, yang penting itu proses belajar di kelas. Ada juga yang menyatakan, membuat media pembelajaran hanyalah membuang waktu dan tenaga, karena yang terpenting adalah cara guru mengajar dan menerangkan pelajaran di kelas. Daripada harus repot-repot membuat media pembelajaran, lebih baik melakukan hal lain yang lebih terlihat urgensinya. Begitu barangkali pendapat sebagian guru yang tidak mau berepot-repot menyiapkan media pembelajaran. Padahal jika media disiapkan sebelum pembelajaran dimulai akan lebih efisien. Kedua, media itu canggih dan mahal. Pada dasarnya banyak media berasal dari bahan yang sederhana bahkan bisa didapat gratis dari lingkungan sekitar, asal mau kreatif. Media bisa dibuat dari bahan yang murah karena media pembelajaran tidak harus beli apalagi dengan harga mahal. Guru dapat menekan biaya atau bahkan tanpa biaya asal mau lebih kreatif dalam membuat media pembelajaran. Ketiga, media hanya hiburan sedangkan belajar menuntut keseriusan, padahal dengan media bisa menyampaikan materi yang sulit digambarkan dapat dengan mudah disampaikan dengan media, misalnya kejadian gunung meletus dapat menggunakan media pembelajaran CD tentang kejadian alam yang menampilkan video/film gunung meletus sehingga gambaran tentang kejadian dapat dilihat dari dekat dan diamati berulang-ulang. Keempat, alasan media tidak tersedia di sekolah, padahal  apa yang ada di sekitar kita bisa dijadikan media, baik berupa papan tulis, meja, kursi, lantai, dinding, atau bahkan tubuh kita sendiri. Bila mau lebih kreatif, gunakan limbah atau barang bekas yang bisa didaur ulang. Kelima, kurang adanya penghargaan atas karya yang dibuat, yakinlah waktu yang telah diinvestasikan untuk mempersiapkan dan membuat media pembelajaran akan terbayar oleh hasil yang akan didapat.

Manfaat Media Pembelajaran


URGENSI GURU MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN


Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Maka guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang telah disediakan oleh sekolah/madrasah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntunan zaman. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan efisien, meskipun sederhana dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Di samping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media pembelajaran yang akan digunakan apabila media tersebut belum tersedia.
Guru bukanlah satu-satunya sumber belajar, karena siswa dapat memperoleh informasi dengan sangat cepat melalui akses dari berbagai media massa seperti : surat kabar, handphone, televisi dan internet. Bahkan CD pembelajaran mandiri dapat dengan mudah dijalankan dalam kemasan materi pelajaran yang menarik karena dilengkapi, gambar, suara, soal dan pembahasannya serta animasi dari berbagai tampilan, dapat dengan mudah dibeli siswa di pasaran dan siswa dapat belajar secara mandiri. Untuk itu agar peran pendidik tidak diabaikan karena kurangnya pembaharuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka guru mesti peka terhadap perubahan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, sehingga tidak menggeser perannya sebagai fasilitator dan sumber belajar.
Namun masih banyak pendidik yang belum menggunakan media, karena adanya alasan yang membatasi guru dalam menggunakan media. Pertama, banyak guru yang beranggapan bahwa media pembelajaran tidaklah terlalu penting dalam proses belajar, yang penting itu proses belajar di kelas. Ada juga yang menyatakan, membuat media pembelajaran hanyalah membuang waktu dan tenaga, karena yang terpenting adalah cara guru mengajar dan menerangkan pelajaran di kelas. Daripada harus repot-repot membuat media pembelajaran, lebih baik melakukan hal lain yang lebih terlihat urgensinya. Begitu barangkali pendapat sebagian guru yang tidak mau berepot-repot menyiapkan media pembelajaran. Padahal jika media disiapkan sebelum pembelajaran dimulai akan lebih efisien. Kedua, media itu canggih dan mahal. Pada dasarnya banyak media berasal dari bahan yang sederhana bahkan bisa didapat gratis dari lingkungan sekitar, asal mau kreatif. Media bisa dibuat dari bahan yang murah karena media pembelajaran tidak harus beli apalagi dengan harga mahal. Guru dapat menekan biaya atau bahkan tanpa biaya asal mau lebih kreatif dalam membuat media pembelajaran. Ketiga, media hanya hiburan sedangkan belajar menuntut keseriusan, padahal dengan media bisa menyampaikan materi yang sulit digambarkan dapat dengan mudah disampaikan dengan media, misalnya kejadian gunung meletus dapat menggunakan media pembelajaran CD tentang kejadian alam yang menampilkan video/film gunung meletus sehingga gambaran tentang kejadian dapat dilihat dari dekat dan diamati berulang-ulang. Keempat, alasan media tidak tersedia di sekolah, padahal  apa yang ada di sekitar kita bisa dijadikan media, baik berupa papan tulis, meja, kursi, lantai, dinding, atau bahkan tubuh kita sendiri. Bila mau lebih kreatif, gunakan limbah atau barang bekas yang bisa didaur ulang. Kelima, kurang adanya penghargaan atas karya yang dibuat, yakinlah waktu yang telah diinvestasikan untuk mempersiapkan dan membuat media pembelajaran akan terbayar oleh hasil yang akan didapat.
Oleh karena itu saran untuk rekan-rekan guru adalah cepat-cepatlah menyesuaikan diri. Guru perlu segera mereposisi perannya saat ini, guru tidak lagi menjadi orang yang paling tahu di kelas, namun guru harus mampu menjadi fasilitator dalam belajar. Terserah kepada guru bagaimana ia dapat mengembangkannya secara tepat dilihat dari isi, penjelasan pesan dan karakteristik siswa. Yang terpenting peran media itu sendiri dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri siswa. Diharapkan guru secara mandiri harus bisa menyiapkan media pembelajaran untuk membantu peserta didik belajar lebih efektif.
Memang membutuhkan waktu untuk menyiapkan media pembelajaran. Namun perlu diingat bahwa dalam memilih media, perlu disesuaikan dengan kebutuhan, situasi dan kondisi masing-masing. Dengan kata lain, media yang terbaik adalah media yang ada. Beberapa tips sebelum memilih dan membuat media pembelajaran, pertama media tersebut dapat menyampaikan pesan dan menjaga konsentrasi siswa, kedua media tersebut dapat meningkatkan cara berfikir siswa untuk belajar, ketiga mempermudah proses belajar dalam mencapai tujuan, keempat media sebaiknya sebagai wahana fisik yang mengandung materi instruksional, kelima media mulai dari yang sederhana, bahan yang ada di lingkungan kita kembangkan secara tepat.  Keenam memberikan  konteks untuk memahami teks dan membantu siswa yang lemah dalam membaca dan mengorganisasikan informasi.
Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Maka tidak diragukan lagi kalau semua guru sepakat bahwa media itu perlu dalam pembelajaran. Untuk itu guru mesti memulai dari yang sederhana, mulai dari materi yang  akan sampaikan di kelas dan mulai dari sekarang untuk menghasilkan karya berupa media pembelajaran dan berperan aktif untuk melihat, memilih, memilah dan mengambil hal baru di sekitarnya yang sekiranya bermanfaat untuk perkembangan anak didik.


                                                                        Yenni Agustina, S.Ag
Guru MA Negeri 1 (Model) Lubuklinggau