Selamat Datang di Seni MAN 1 Lubuklinggau, Selamat Menikmati Cara Hidup Sehat, Semoga Anda Betah Dan Selalu Datang Berkunjung di artman1llg, Silahkan komentari, kritik dan Sarannya, Selamat Bargabung.

Mengikuti Kegiatan KORPRI






      Seleksi Tilawati Qur’an (STQ) KORPRI yang diselenggarakan dua tahun sekali sebagai ajang memupuk kemampuan pegawai negeri sipil dalam bidang tilawah, hifzil, dakwah, tartil dan kaligrafi. Juga memberikan penghargaan dan semangat kepada ASN dalam bertugas yang memiliki kemampuan dibidang tilawah. Kota Lubuklinggau di tahun 2016 ini juga menyelenggarakan STQ KORPRI ke 3 tk kota, maka seluruh SKPD yang ada di kota Lubuklinggau dihimbau untuk mengikuti STQ ini sesuai cabang yang dipilih sesuai kemampuan. Kementerian Agama juga mengirimkan utusan yang bisa berasal dari madrasah maupun KUA dengan 5 cabang lomba. Salah satunya dari MAN 1 mengutus satu cabang kaligrafi kontemporer atas nama Yenni Agustina.
      STQ tk Kota Lubuklinggau ini diselenggarakan pada tanggal 15 Juli 2016 di Balaikota Pemkot Kayu Ara Lubuklinggau dengan tema melalui STQ kita wujudkan peran KORPRI menuju birokrasi yang bersih, berwibawa dan bermartabat sesuai tuntunan AL Qur’an dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


      Persyaratan adminitrasi telah dilengkapi beberapa peserta sudah mendapatkan nomor peserta. Dari kemenag yang mengikuti adalah :  M. Said ( 5 juz), Agus Salim (dakwah putra), Suryadi (Kaligrafi dekorasi), Yenni Agustina (Kaligrafi Kontemporer), Amrullah (tartil). Dan Alhamdulillah kelima utusan tersebut semuanya meraih juara 1.





Dikarenakan hobi menjadikannya tetap asyik di ajang STQ KORPRI 2016 tk kota. Alhamdulillah masih eksis dengan juara 1 bidang kaligrafi. Semoga menginspirasi dan menambah semangat kerja... Karena dengan seni, pekerjaan menjadi lebih endah (enak, mudah dan indah).
            

     Selanjutnya pemenang ke satu akan dikirim ke kota Palembang untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi. Diantaranya : Irwansyah dan Yenni Agustina (kaligrafi kontemporer putra dan putri), M.Said (hifzil 5 juz putra), Suryadi (kaligrafi dekorasi putra), Agus Salim dan Martini (dakwah putra dan putri) Tarmizi dan Hamyani (tartil putra dan putri), Tilawah putra dan putri ()




MADRASAH BERKARAKTER

Program Kebangkitan Madrasah


Modal untuk bangkit sudah dikantongi madrasah. Pertanyaan berikutnya adalah melalui program apa kebangkitan tersebut adakan diwujudkan? Sejauh diskusi yang pernah penulis lakukan di berbagai pertemuan dengan berbagi stakeholder madrasah ada dua program penting yang mendesak harus segera dilakukan untuk kebangkitan madrasah.

Pertama, kebangkitan kualitas guru. Memang diakui bahwa banyak diskusi tentang mutu pendidikan selalu berpusat pada input sistem, seperti infrastruktur, rasio murid-guru, dan sebagai. Namun dalam beberapa tahun terakhir, perhatian telah bergeser kepada proses pendidikan. Nah, proses pendidikan yang baik akan menghasilkan anak didik yang baik. Untuk menjadi proses pendidikan yang baik, harus dicetak guru-guru yang baik pula.

 Mckindsay (2007) mengatakan bahwa The quality of an education system cannot exceed the quality of its teachers (kualitas sistem pendidikan tidak akan melampaui kualitas guru-gurunya). Ini artinya, untuk membangkitkan kualitas madrasah, maka membangkitkan kualitas guru adalah sebuah keniscayaan. Guru yang baik akan memberikan impact yang luas bagi outcomes siswa-siswi.


Kedua, selama ini persoalan penting yang dihadapi madrasah adalah keterbatasan dana. Dana pemerintah yang disalurkan melalui Kementerian Agama untuk lebih dari 75 ribu madrasah di Indonesia masih jauh panggang dari api—untuk mengatakan tidak cukup. Oleh sebab itu, diperlukan aksi-aksi untuk menyakinkan kepada DPR, BAPPENAS dan Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan agar anggaran pendidikan untuk madrasah disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Sebab harus diakui, madrasah telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi pencerdasan bangsa. Bagaimana mungkin hal ini tidak didukung dengan memberikan anggaran dana pendidikan yang layak.