Selamat Datang di Seni MAN 1 Lubuklinggau, Selamat Menikmati Cara Hidup Sehat, Semoga Anda Betah Dan Selalu Datang Berkunjung di artman1llg, Silahkan komentari, kritik dan Sarannya, Selamat Bargabung.

Menjauhi Pergaulan Bebas ( An Nur : 2)


Pergaulan Bebas.  Salah satu penyebab rusaknya moral anak bangsa adalah pergaulan bebas. Mereka (remaja tanpa kontrol diri) merasa bebas tanpa diperhatikan oleh orang tua. Sehingga mereka kehilangan akhlak mulia yang seharusnya dimiliki oleh para calon pemimpin bangsa. Berbagai hal negatif dapat mereka lakukan untuk memenuhi rasa bahagia. Pergaulan bebas menyebabkan anak kehilangan sikap sopan dan hanya mengikuti trend zaman. Dari pergaulan bebas yang berdampak negatif bagi diri sendiri (remaja tanpa kontrol dirimaupun keluarga yaitu hamil di luar nikah. Kurangnya sex education untuk remaja menjadi penyebab utamanya. Terkadang mereka (remaja tanpa kontrol diri) yang tidak tahu bahkan tidak mengetahui efek apa yang mereka lakukan dan juga dampak setelah mereka melakukan hal tersebut. Semoga dengan mempelajari materi menjauhi pergaulan bebas dapat terhindar dari penyesalan. 

         Hukum Zina 

Al- Qurṭubı̄ mengatakan bahwa “karena zina menjerumuskan pelakunya ke dalam neraka jahanam dan zina termasuk ke dalam dosa besar. Juga tidak ada perbedaan pendapat yang berkenaan dengan keburukannya. Para ulama bersepakat bahwa zina haram hukumnya dan termasuk dosa yang besar. Dan barang siapa yang mengingkari ijmā’ yang pasti, maka ia telah telah keluar dari ketentuan syariat.

 QS. An Nur : 2



Ayat ini menjelaskan tentang bentuk hukuman dan tatacaranya bagi para pelaku zina. Pelaku zina bisa jadi adalah seorang lajang yang belum menikah (gairu muḥṣan) atau yang telah menikah dengan pernikahan yang benar (menurut syariat) serta ia adalah seorang yang baligh dan berakal (muḥṣan). Adapun hukuman bagi pezina gairu muḥṣan adalah 100 kali cambukan dan ditambah dengan diasingkan dari negerinya selama setahun, demikianlah menurut jumhur ulama. 

Ḥanı̄fah berpendapat bahwa sangsi pengasingan ini akan dikembalikan kepada pendapat Imam (penguasa). Jika dia berkehendak, maka dia bisa mengasingkannya dan jika tidak berkehendak maka tidak perlu diasingkan. Sedangkan hukuman pezina yang sudah menikah (muḥṣan) adalah dirajam (dilempari batu). 

Ayat ini menyampaikan tiga pesan penting kepada kita.

  1. pelaku zina baik laki-laki maupun perempuan dihukum dengan cara di debat atau cambuk sebanyak 100 kali.
  2. Allah melarang orang beriman berbelas kasihan kepada keduanya sehingga mencegah menjalankan hukum Allah.
  3. Pelaksanaan hukum bagi pelaku zina disaksikan oleh sebagian orang yang beriman.

Islam membagi perilaku zina menjadi dua bagian pertama zina Muhson yaitu zina yang dilakukan oleh seorang laki-laki atau perempuan yang sudah pernah menikah.  yang kedua zina ghairu muhsan yaitu zina yang dilakukan oleh seorang laki-laki atau perempuan yang belum pernah menikah atau masih perjaka atau gadis.   
Ada dua cara untuk mengetahui dan membuktikan Apakah seseorang telah melakukan perbuatan zina atau tidak :
Pertama : dengan menghadirkan 4 orang saksi.  syarat saksi yang diperbolehkan dalam kasus perzinahan adalah laki-laki dan memberikan kesaksian yang sama tentang waktu setempat dan melihat dengan mata kepala sendiri saat pelaku melakukan perbuatan zina.  
Kedua : adanya pengakuan dari pelaku zina bahwa dirinya telah berzina. Pelaku yang telah berzina syaratnya harus sudah baligh dan berakal. 

Video Animasi Cara Menghindari Zina 

                  

                                             Video download di  https://youtu.be/k8KejtV7rIM

 Adapun dampak dari pergaulan bebas dan perbuatan zina antara lain sebagai berikut 

1. menimbulkan berbagai jenis penyakit kelamin seperti misalnya  

2. berzina akan dihukum atau cambuk sebanyak 100 kali atau dirajam sampai matihukuman ini berfungsi memberikan Efek Jera kepada pelakunya.   

3. mendapat hukuman sosial dari masyarakat yakni dikucilkan oleh masyarakat.   

4. merusak dan menghancurkan hubungan nasab keturunan yang sah menurut Islam adalah anak yang dilahirkan dari perpecahan yang sah.   

5. menghancurkan masa depan anak yang lahir dari perbuatan zina akan mengalami tekanan psikoogi. dan mendapatkan kehidupan yang sulit karena tidak memiliki identitas yang jelas.  

6. memicu perbuatan dosa besar yang lain, seperti menggugurkan kandungan, membunuh anak hasil zina membunuh wanita yang telah hamil karena perzinahan, atau bunuh diri karena malu telah berzina.  

   Demikianlah penjelasan leih detai dalam pembelajaran dapat di ikuti dalam pembahasan berikutnya. Dan berdoa semoga terhindar dari perbuatan keji. Doa memohon keselamatan dunia dan akherat.


KUIS MATERI Larangan Pergaulan Bebas (lihat video) :


Mengenal guru di MA Negeri 1 Lubuklinggau, pengampu mapel Al Qur'an Hadits yaitu Hj. Yenni Agustina, S.Ag. yang berupaya mewujudkan pembelajaran yang menarik agar guru bisa menyajikan pembelajaran dengan interaktif dan menyenangkan ( joyful learning). Baik melalui blog, kuis dan classpoint.

MODERASI BERAGAMA

Resume Buku Moderasi Beragama

Secara umum, moderat berarti mengedepankan keseimbangan dalam hal keyakinan, moral, dan watak, baik ketika memperlakukan orang lain sebagai individu, maupun ketika berhadapan dengan institusi negara.

Sedangkan dalam bahasa Arab, moderasi dikenal dengan kata wasath atau wasathiyah, yang memiliki padanan makna dengan kata tawassuth (tengah-tengah), i’tidal (adil), dan tawazun (berimbang). Orang yang menerapkan prinsip wasathiyah bisa disebut wasith. Dalam bahasa Arab pula, kata wasathiyah diartikan sebagai “pilihan terbaik”. 


Prinsip Dasar Moderasi

Inti dari moderasi beragama adalah adil dan berimbang dalam memandang, menyikapi, dan mempraktikkan semua konsep yang berpasangan di atas. Dalam KBBI, kata “adil” diartikan: 1) tidak berat sebelah/tidak memihak; 2) berpihak kepada kebenaran; dan 3) sepatutnya/ tidak sewenang-wenang.

Prinsip yang kedua, keseimbangan, adalah istilah untuk menggambarkan cara pandang, sikap, dan komitmen untuk selalu berpihak pada keadilan, kemanusiaan, dan persamaan. Kecenderungan untuk bersikap seimbang bukan berarti tidak punya pendapat. Mereka yang punya sikap seimbang berarti tegas, tetapi tidak keras karena selalu berpihak kepada keadilan, hanya saja keberpihakannya itu tidak sampai merampas hak orang lain sehingga merugikan. 

Landasan Moderasi

Moderasi beragama menjadi muatan nilai dan praktik yang paling sesuai untuk mewujudkan kemaslahatan bumi Indonesia. Sikap mental moderat, adil, dan berimbang menjadi kunci untuk mengelola keragaman kita. Dalam berkhidmat membangun bangsa dan negara, setiap warga Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang seimbang untuk mengembangkan kehidupan bersama yang tenteram dan menentramkan.

  
Indikator Moderasi Beragama
 Indikator moderasi beragama yang akan digunakan adalah empat hal, yaitu: 

1) komitmen kebangsaan;

 2) toleransi; 

3) anti-kekerasan; dan 

4) akomodatif terhadap kebudayaan lokal. 

Keempat indikator ini dapat digunakan untuk mengenali seberapa kuat moderasi beragama yang dipraktikkan oleh seseorang di Indonesia, dan seberapa besar kerentanan yang dimiliki. Kerentanan tersebut perlu dikenali supaya kita bisa menemukenali dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk melakukan penguatan moderasi beragama.

VIDEO PEMBELAJARAN

 
Video dapat di download di :  https://www.youtube.com/watch?v=NL4dy23KcKA

Moderasi beragama, yang menekankan praktik beragama jalan tengah, dapat menjadi jalan keluar, baik untuk memperkuat upaya internalisasi nilai-nilai moral spiritual agama, maupun untuk menciptakan kehidupan keagamaan yang nirkekerasan.


Multikulturalisme dan pluralisme yang tercermin pada bangsa Indonesia diikat dalam prinsip persatuan dan  kesatuan bangsa yang dikenal dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika.” Semboyan yang termaktub di pita lambang negara Garuda Indonesia ini mempunyai makna meskipun berbeda-beda dalam hal agama, ras, suku, bahasa, maupun budaya, namun tetap terintegrasi dalam satu kesatuan di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebagai sesanti atau kalimat bijak, Bhinneka Tunggal Ika mempunyai kekuatan yang sangat besar untuk mempersatukan perbedaan bangsa Indonesia.

Kompleksitas kehidupan keagamaan saat ini menghadapi tantangan dan perubahan yang sangat ekstrem berbeda dengan masa-masa sebelumnya karena dunia sekarang tengah memasuki era disrupsi, sehingga dalam kehidupan keagamaan pun kita bisa menyebut adanya disrupsi beragama. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata disrupsi didefinisikan sebagai “hal tercerabut dari akarnya”. Biasanya, disrupsi dikaitkan dengan pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, yang kini memasuki revolusi industri digital 4.0. Era disrupsi mengakibatkan terjadinya perubahan radikal dalam semua aspek kehidupan, tak terkecuali bidang kehidupan keagamaan. Istilah disruptive technology ditandai dengan kemajuan teknologi informasi, komputasi, otomasi, dan robotisasi. Kondisi inilah yang kemudian melahirkan suatu perubahan radikal yang sangat cepat dan mengakibatkan efek domino yang luar biasa masif, termasuk dalam perilaku beragama. Internet juga mengubah pola perilaku beragama.

Hoaks dapat didefinisikan sebagai kebohongan yang terencana untuk mengecoh dan menipu orang lain. Hoaks amat berbahaya jika sampai mencelakakan, apalagi jika hoaks itu menggunakan topeng agama, maka ia dapat menciptakankonflik dan peperangan penuh militansi, karena watak agama yang sangat menyentuh sisi emosional setiap manusia. Hoaks juga akan sangat destruktif jika disampaikan oleh orang yang mengaku pengkhotbah agama, karena niscaya kata-katanya didengar oleh umatnya. Ia dapat mereduksi nilai mulia agama. Menimbang dampak jahatnya, hoaks dapat dianggap lebih keji dari pembunuhan (Komaruddin Hidayat, “Hoaks dan Agama”, Kompas, 8/1/2019)

Kementerian Agama sendiri sangat berkepentingan turut menciptakan pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang disertai internalisasi nilai-nilai agama yang moderat, esensial, inklusif, toleran, rukun, nirkekerasan, serta menghargai keragaman dan perbedaan. Oleh karena itulah Kementerian Agama menjadi leading sector dalam upaya pengarusutamaannya. Meski dari segi nomenklatur kata moderasi beragama baru dikenal sekarang, namun secara substantif misi menjaga kerukunan sesungguhnya telah dilaksanakan oleh Kementerian Agama sejak awal kelahirannya, dan terus berlangsung hingga kini mendapat momentum memperkuat moderasi beragama secara lebih sistematis dan terstruktur.

Implementasi pada peneguhan toleransi dapat diartikan sebagai kesiapan mental seseorang atau sekelompok orang untuk hidup berdampingan dengan kelompok yang berbeda, baik berbeda suku, ras, budaya, agama, bahkan berbeda orientasi seksualnya. Karena itu, toleransi merupakan sikap untuk memberi ruang dan tidak mengganggu hak orang lain untuk berkeyakinan, mengekspresikan keyakinannya, menyampaikan pendapat, meskipun hal tersebut berbeda dengan apa yang kita yakini. 

Buku Digital

Materi Hormat dan Patuh pada Orang Tua dan Guru
Untuk membuka klik tanda panah >

Belajar Menulis

Inspiratif dari Tere Liye  



     Belajar menulis asyik bersama TERE LIYE, penulis kondang. Terkenal dengan tulisannya. Tere liye adalah penulis novel Indonesia yang memiliki nama asli Darwis, lahir di Sumatera Selatan pada tanggal 21 Mei 1979. Tere Liye merupakan nama yang digunakan Darwis untuk menulis. Nama ini berasal dari Bahasa India yang berarti untukmu, Tere Liye merupakan anak keemam dari 7 saudara. Anak dari pasanga Nursam dan Pasai yang berprofesi sebagai petani. Ia bersekolah di SDN 2 Kikim Timur Sumatera Selatan, SMPN 2 Kikim Sumsel dan SMAN 9 Bandar Lampung.
     Melanjutkan ke Perguuan Tinggi di Fakultas Ekaonomi UI. Tere Liye 
terkenal orang yang cerdas sehingga tidak diragukan jika ia berhasil menikah dengan Rizki Amelia. Tere Liye memiliki ciri khas yang selalu mengenakan kaos oblong, kupluk, dan sweater.
     Karyanya selalu mengetengahkan pengetahuan, agama Islam, dan moral kehidupan. Dengan bahasa penyampaian yang sangat sederhana mudah dimengerti banyak kalangan seolah-olah ia merasakan langsung cerita / pesan yang disampaikan.
Berikut daftar judul :

  • Hafalan Surat Delisa (2005)
  • Kisah Sang Penandai
  • Moga Bunda Disanyang Allah
  • The Gogons : James & The Incredible Incident
  • Bidadari-bidadari Syurga
  • Burlian
  • Rembulan Tenggelam di Wajahmu
  • Pukat
  • Daun yang Jatuh Tak Pernah amembenci Angin
  • Eliana
  • Ayahku (bukan ) Pembohong
  • Sunset Bersama Rosie
  • Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah
  • Berjuta Rasanya
  • Negeri Para Bedebah
Mari kita simak tips menulis dari Tere Liye dengan klik video dibawah ini :








  • Sepotong HAti yang BAru
  • Negeri diujung Tanduk
  • Amelia
  • Bumi
  • Dikatakan atau tidak dikatakan, itu tetap cinta
  • Rindu
  • Bulan
  • Pulang
  • Hujan
  • Matahari
  • Tentang kamu
  • Bintang
  • Pergi
  • Kornet
  • Ceros dan Batozar (2018)



Sosialisasi Portal Rumah Belajar di Madrasah

Dukungan Ketua IGI Kota Lubuklinggau




Lubukinggau, sosialisasi portal Rumah Belajar di Madrasah Aliyah Negeri 2 Lubuklinggau mendapat sambutan yang baik  dari keluarga MAN 2, bapak ibu dewan guru yang mengikuti kegiatan ini sangat antusias ingin tahu lebih lanjut tentang portal Rumah Belajar dengan mendaftar di http://belajar.kemdikbud.go.id dapat memanfaatkan fitur-fitur yang ada di rumah belajar. Sosialisasi ini dilakukan oleh calon duta rumah belajar sumatera selatan 2019 yaitu, Hj. Yenni Agustina, S.Ag, dan Andi Subhan, S.Pd serta Eko Satriadi, S.Pd. 
Portal rumah belajar  menyediakan fitur, media dan konten pembelajaran  bagi guru, siswa dan masyarakat. Sebagai referensi bahan-bahan belajar, media (audio, animasi, visual, audiovisual dsb) serta topik-topik pembelajaran yang dapat di download secara gratis.




Pustekkom kemendikbud sudah mengembangkan Rumah Belajar  sebagai salah satu portal pembelajaran berbasis website, yang berisi berbagai sumber pembelajaran seperti kelas maya, laboratorium virtual, sumber belajar, peta budaya dan lain-lain. Portal Rumah Belajar bisa diakses dengan alamat http://belajar.kemdikbud.go.id. Portal Rumah Belajar menyediakan berbagai bahan belajar serta fasilitas komunikasi dan interaksi antar komunitas pendidikan, juga berisi bahan belajar untuk guru dan siswa, dalam kelas maya, bank soal dll.



Ketua IGI (Ikatan Guru Indonesia) cabang kota Lubuklinggau yaitu Ibu Dra. Huzaimah, yang juga guru di MAN 2 Lubuklinggau, mendukung sosialisasi porta Rumah Belajar ini harapan beliau kedepan duta Rumah Belajar dapat memberi kontribusi materi tentang Rumah Belajar ini untuk para guru yang ada di kota Lubuklinggau ini tidak hanya tingkat SMA / MA saja tetapi juga berbagai tingkatan yang tergabung menjadi anggota IGI. Untuk bergabung di menjadi anggota IGI dapat menghubungi beliau atau daftar di http://igi.or.id. Harapannya di IGI dapat sharing and growing together.


#Rumah Belajar
#Pembatiklevel3
#PUSTEKKOM
#DutaRumah BelajarSUMSEL2019
#KEMENDIKBUD





Sosialisasi Rumah Belajar

Mengapa ke Rumah Belajar ?

Diera digital, kemajuan teknologi semakin berkembang pesat. Era modern ini banyak yang memanfaatkan teknologi  berbasis IT yang sering disebut zaman digital. Dalam kehidupan sehari-hai, teknologi IT mewarnai disekitar kita, juga dalam dunia pendidikan dimana pengetahuan diajarkan dan dikembangkan.


Penerapan aplikasi dan sofware berbasis digital semakin semarak. Oleh karena itu, guru sebagai bagian penting dalam dunia pendidikan mau tidak mau harus mampu menerapkan pembelajaran didalam kelas dengan memanfaatkan IT. Dapat dikatakan  kelasnya digital, gurunya digital siswanya pun digital.




Harapannya dengan pembelajaran didalam kelas digital, dapat membantu siswa memahami pelajaran secara luas dan beragam, dapat memudahkan guru menyampaikan materi berdasarkan kebutuhan siswa, dapat mempersingkat waktu mengevaluasi hasil belajar siswa secara online, bahkan kehadiran siswa.  Belajar dapat dilakukan kapan saja dimana saja dan dengan siapa saja.

Mari kita mengenal Rumah Belajar dan memanfaatkan fitur-fitur yang ada di Rumah Belajar, dengan cara bergabung di Rumah Belajar. Lebih jauh dapat menerapkan dan menciptakan kelas digital.  

       

Hj. Yenni Agustina, S.Ag melalukan sosialisasi portal Rumah Belajar di Madrasah.


      Portal Rumah Belajar  dapat diakses di laman http://belajar.kemdikbud.go.id  memiliki banyak fitur- fitur yang dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa. 


Materi Ukhuwah Mapel Al Qur'an Hadits

Meningkatkan Jiwa Nasionalisme dengan Mengenal Sejarah


Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghargai Pahlawannya

Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris “nation”) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
Secara etimologi : Nasionalisme berasal dari kata “nasional” dan “isme” yaitu paham kebangsaan yang mengandung makna : kesadaran dan semangat cinta tanah air  memiliki kebanggaan sebagai bangsa, atau memelihara kehormatan bangsa memiliki rasa solidaritas terhadap musibah dan kekurangberuntungan saudara setanah air, sebangsa dan senegara  persatuan dan kesatuan .
Sebagai warga kota Lubuklinggau, sebagai generasi muda, sebagai siswa MA Negeri 1 (Model) Lubuklinggau. Kita mesti mengenal sejarah negeri kita, kota Lubuklinggau sebagai tempat kelahiran. Mengenal, dan mencintai kota Lubuklingga dimulai dari mengenal sejarah kota Lubuklinggau. Agar tumbuh jiwa Nasionalisme sebagai bagian kecil dari negeri besar bangsa Indonesia. 
Mari kita kenali sejarah Kota Lubuklinggau
.

Untuk melihat secara ofline silahkan download pada link : 

Setelah membaca dan menyaksikan tayangan diatas, silahkan siswa siswi MA Negeri 1 (Model) Lubuklinggau Kelas XI mengisi Tugas Pendidikan Agama Islam :