Selamat Datang di Seni MAN 1 Lubuklinggau, Selamat Menikmati Cara Hidup Sehat, Semoga Anda Betah Dan Selalu Datang Berkunjung di artman1llg, Silahkan komentari, kritik dan Sarannya, Selamat Bargabung.

Lomba Untuk Siswa






Lomba Karya Ilmiah Remaja 2013
Persyaratan
  • Siswa SMP dan SMA atau sederajat, berusia 12-19 tahun terhitung pada tanggal 1 Oktober 2013.
  • Perorangan atau kelompok maksimal 2 (dua) orang.
  • Belum pernah menjadi pemenang LKIR dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
  • Melampirkan surat keterangan/rekomendasi dari sekolah/instansi terkait dan daftar riwayat hidup yang berisi: nama lengkap, jenis kelamin, tempat dan tanggal lahir, alamat, sekolah/instansi, nomor telepon/HP, dan email serta diketahui oleh orangtua atau wali.
Bidang Penelitian
Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK), meliputi Umum dan Kependudukan
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa (IPT)
Panduan Penulisan Proposal
  • Judul bebas (dalam konteks obyek bidang penelitian).
  • Materi merupakan proposal penelitian yang akan dilaksanakan dengan metode ilmiah dan ditulis sesuai dengan kaidah penulisan yang benar, memakai template yang telah ditentukan meliputi:
    • Judul dan nama penulis dalam 1 (satu) halaman.
    • Penulisan abstrak tidak lebih dari 300 kata.
    • Substansi: pendahuluan, masalah yang akan diteliti, hal baru yang diajukan terkait masalah, metode yang akan dilakukan sebagai justifikasi terkait masalah, kesimpulan, referensi.
    • Daftar riwayat hidup setiap peserta.
    • Format judul dan abstrak dapat diunduh melalui situs LKIR 2013 lipi.go.id
  • Proposal Penelitian belum menjadi Karya Tulis Ilmiah.
  • Diketik dengan jarak 1½ spasi, jenis huruf Arial, ukuran huruf 11, menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  • Untuk bidang IPSK, dibagi 2 sub bidang yaitu Umum dan Kependudukan. Sub bidang Umum meliputi ekonomi, politik, dan budaya. Sub bidang Kependudukan meliputi penduduk dan pembangunan, jumlah dan pertumbuhan penduduk, penduduk usia produktif, generasi muda, serta urbanisasi dan pengembangan kota.
  • Proposal penelitian dikirimkan secara elektronik melalui situs LKIR 2013 diterima oleh panitia selambat-lambatnya tanggal 4 Mei 2013.
  • Panduan dan informasi lomba dapat dilihat melalui situs LKIR 2013.
  • Pengumuman proposal penelitian yang disetujui akan dilakukan pembimbingan oleh LIPI, diinformasikan pada tanggal 31 Mei 2013 di bagian pengumuman.
  • Proses pembimbingan proposal penelitian akan dilakukan oleh Pembimbing yang ditentukan oleh LIPI.
  • Kegiatan pembimbingan penelitian proposal yang telah disetujui akan dilakukan dalam periode 10 Juni – 10 September 2013.
  • Finalis akan diundang ke Jakarta untuk pameran dan presentasi. Bagi finalis kelompok, yang diundang hanya Peneliti Utama (berada di urutan pertama) untuk mewakili kelompoknya. Pengumuman finalis dapat dilihat melalui situs LKIR 2012 pada tanggal 19 September 2013.
  • Panitia berhak menyebarluaskan/mensosialisasikan karya tulis dan alat peraga yang diperlombakan melalui berbagai media.
  • Peserta wajib menyerahkan karya tulis dan alat peraga yang diperlombakan kepada LIPI untuk disebarluaskan/disosialisasikan melalui berbagai media.
Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.

Tugas Siswa XI IPA 1-2




Tugas konsep pidato dengan ketentuan
1. Pembukaan Bhs. Arab, isi bahasa Indonesia, dan penutup bahasa Inggris.
2. Diketik diketas A-4 spasi 1,5
3. Boleh ditambahkan : pantun dan kata-kata mutiara
4. Tema sesuai kelompok :
  • a. Islam dan Ilmu pengetahuan       ; kel Nuh
  • b. Remaja Unggul                           ; kel Muhammad
  • c. Islam Yes, Maksiat No                ; kel Luth
  • d. Syukur Nikmat                            ; kel Ibrahim
  • e. Tanda-tanda Orang bertaqwa      ; kel Yusuf
  • f. Birul Walidaini (Berbuat baik pada Kedua Orang tua)   ; kel Isa
  • g.  Segera Beramal sholeh sebelum kamu sibuk                ; kel Musa
  • h. Menjadi Ilmuwan muslim                                              ; kel Daud
  • i. Dahsyatnya Al Qur'an                                                     ; kel Ishaq
  • j. I love Al Qur'an                                                               ; kel Ismail
  • k. Islam dan Modernisasi                                                   ; kel Sulaiman
5. Naskah pidato dikumpulkan langsung atau dikirim ke email guru
6. Tugas dikumpul paling lambat  


Pengumuman







PENGUMUMAN FINALIS LOMBA KREATIVITAS ILMIAH GURU (LKIG) KE-20 TAHUN 2012






TINGKAT SEKOLAH DASAR


1. K. Windia, M.Pd. , SDN 3 Tembuku, Bangli, Bali, dengan judul “Pemanfaatan Media Wayang untuk Meningkatkan Motivasi dan Kemampuan Bercerita Siswa Kelas IV SDN 3 Tembuku Bangli dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia”.

2. Siti Rachmawati, S.Pd. , SLB N Semarang, Jawa Tengah, dengan judul “Peningkatan Kemampuan Membaca dan Membuat Denah melalui Media Block Card pada Siswa Tunanetra Kelas I SD di SLB N Semarang Semester II Tahun Pelajaran 2011/2012”.

3. Ayatollah Hidayat, S. Pd. , SD Inpres Bontoloe, Lab. Gowa, Sulawesi Selatan, dengan judul “Penggunaan Alat Peraga Tasbih Hitung Bilangan Bulat (Taubat) untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung 1-100 Kelas III Sekolah Dasar”.

4. Lukmanulhakim , SDN 1 Labuhan Lomok, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dengan judul “Mengatasi Kesulitan Siswa Mempelajari Materi Perkalian dan Pembagian Bilangan Menggunakan "Media Tak Trik Ababil" yang Dipadu dengan Game”.

5. Agus Triono, S.Pd. , SD Negeri 2 Raraa, Koloka, Sulawesi Tenggara, dengan judul “Suara Botol Sebagai Media Kontekstual pada Pembelajaran Bunyi di IPA dan Nada di SBK SD Negeri 2 Raraa Kabupaten Kolaka”.

TINGKAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BIDANG IPSK

1. Hermawati Kusumaningrum, S.Pd. , SMP Al Hikmah Surabaya, Jawa Timur, dengan judul “Peningkatan Keterampilan Reading Siswa IX F SMP Al Hikmah Surabaya Melalui Pemanfaatan Gloossary UN”.

2. Imam Sayudi, S.Pd., M.M. , SMP Negeri 1 Kedamean, Gresik, Jawa Timur, dengan judul “Pembelajaran Menggunakan Permainan "Gentong Berbisik" Mampu Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII pada Mata Pelajaran IPS di SMPN 1 Kedamean Gresik”.

3. Keke Taruli Aritonang , SMP Kristen 1 Penabur Jakarta, Jakarta, DKI Jakarta, dengan judul “Meningkatkan Keterampilan Menulis Berita pada Siswa Kelas VIII dengan Menggunakan Rumus Adik Simba dan Media Foto Sebagai Alat Bantu di SMPK 1 Penabur”.

4. Bahar Sungkowo, S.Pd. , Yayasan Al-Kausar SMP Internat AL-Kausar, Sukabumi, Jawa Barat, dengan judul “Pembelajaran Sejarah Lokal Berbasis Karakter Menggunakan Media Wedus Gembel (Wayang Edukasi Daur Ulang Kardus/Triplek dengan Games Materi Belajar)”.

5. Kasmal, S.Pd. , SMP Negeri 14 Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan judul “Penggunaan Kardus dan Bangku Panjang sebagai Media Pembelajaran Melalui Penerapan Metode Inklusi dalam Upaya Peningkatkan Hasil Belajar Lompat Jauh Gaya Menggantung Siswa Kelas IX-H SMP Negeri 4 Balikpapam”.

TINGKAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BIDANG MIPATEK

1. Aji Sambudi , SMP Negeri 2 Banyumas, Jawa Tengah, dengan judul “Osiloskop Sederhana dari Laser Mainan sebagai Media Pembelajaran Materi Gelombang Bunyi untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII C SMP Negeri 2 Banyumas”.

2. Atmah, M.Pd. , SMP Negeri 18 Banjarmasin, Kalimantan Timur, dengan judul “Hasil Belajar Siswa Kelas SMP Negeri 18 Banjarmasin pada Materi Sistem dalam Kehidupan Manusia Melalui Pembelajaran Kooperatif dengan Strategi Quick On The Draw”.

3. Wahyudi, S.Pd. , SMP Negeri 2 Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, dengan judul “Penggunaan Media"Pagertormaku" dengan Metode Tai Teknik "Cocacola" untuk Meningkatkan Karakter Kreatif dan Prestasi Belajar Siswa pada Materi Pemfaktoran Persamaan Kuardrat Kelas VIIIB SMPN 2 Karangkobar”.

4. Gufron, S.Pd. , SMP Negeri 2 Jember, Jawa Timur, dengan judul “Implementasi Pembelajaran Konstruktivis melalui Media Sangkar Eko pada Semester Didik Kelas 7 F SMP Negeri 2 Jember Tahun Pelajaran 2011/2012”.

5. Erman, S.Pd. , SMPN 2 Pasuruan, Jawa Timur, dengan judul “Penggunaan Media "Texebo Lamatika" untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar pada Luas dan Volum Brsl Siswa Kelas IX D SMPN 2 Pasuruan Tahun Pelajaran 2011/2012”.

TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS BIDANG IPSK

1. Rustiani Widiasih, S.Pd. , SMAN 2 Badegan, Jawa Timur, dengan judul “Peningkatan Kompetensi Menulis Siswa dengan Strategi Guide Imagery”.

2. Ahmad Taufik, S.Pd.I. , SMAN 1 Karangtengah Demak, Jawa Timur, dengan judul “Pembelajaran Al-Qur'an dengan Multimedia Interaktif Melalui Strategi PAIKEM untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI.IPA.2 SMAN 1 Karangtengah Demak Tahun Pelajaran 2012/2013”.

3. Yenni Agustina, S. Ag. , MA Negeri 1 Lubuklingau, Sumatera Selatan, dengan judul "Penggunaan Faraid Putar Sebagai Upaya Memudahkan Siswa Memahami Furudhul Muqaddarah Kelas XI - IPA.2 Semester 2 di MA Negeri 1 Lubuklingau”.

4. Dra. Agus Sari Hanny , SMK Negeri 7 Makassar, Sulawesi Selatan, dengan judul “Peningkatan Keterampilan Menulis Bahasa Inggris Melalui Metode Kooperatif Learning dengan Menggunakan Permainan Chain Word Flag pada Siswa Kelas XI AP 1 Semester Genap di SMK Negeri 7 Makassar Tahun 2011/2012”.

5. Partinem, S.Pd. , SMAN 1 Purworejo, Jawa Tengah, dengan judul “Partinem-Ku, Pendekatan Pembelajaran Berwawasan Karakter Luhur sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Berbicara Peserta Didik Kelas XII IPA - 5 SMA Negeri 1 Purworejo Tahun 2011/2012”.


TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS BIDANG MIPATEK

1. Diah Citra Ningrum, S.Pd. ,

Lomba untuk semua guru 2012




LOMBA GURU KREATIF




Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan AJB Bumiputera 1912 akan menyelenggarakan Lomba Kreativitas Ilmiah Guru (LKIG) Ke-20 Tahun 2012. LKIG adalah ajang lomba kreativitas bagi guru dalam upaya pengembangan proses pembelajaran guna mempermudah pemahaman ilmu pengetahuan bagi para peserta didik.
TINGKAT DAN BIDANG LOMBA
  • Guru SD/sederajat: umum (salah satu pelajaran)
  • Guru SMP/sederajat dan SMA/sederajat: 2 Bidang yaitu Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) dan Bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Teknologi (MIPATEK)
RANGKAIAN KEGIATAN
24 September 2012 : Registrasi Peserta
25 September 2012 : Presentasi Finalis
26 September 2012 : Audiensi dan Malam Penganugerahan Pemenang
27 September 2012 : Kepulangan Peserta
HADIAH

Lomba untuk Siswa

LOMBA MEMBUAT MEDIA UNTUK SISWA
NTIA (NATIONAL YOUNG INVENTOR AWARD)   
JULI- 3 AGUSTUS 2012

PESERTA
  1. Perorangan atau kelompok (maksimum 3 orang).
  2. Usia 8 -18 tahun dan atau setingkat SD, SMP, dan SMA.
  3. Pendaftaran dan pengiriman uraian desain alat peraga (invensi) melalui online di http://kompetisi.lipi.go.id/nyia5/ (akan diaktifkan).
  4. Karya belum pernah diikutsertakan dalam lomba yang sejenis tingkat nasional lainnya.
  5. Uraian desain alat peraga harus mengikuti template berisi latar belakang pemikiran pembuatan desain dilengkapi foto dengan konsep tertulis dan informasi spesifikasI teknis tentang bahan yang dipakai, ukuran, cara pemakaian, dan fungsi alat yang dapat diunduh di http://kompetisi.lipi.go.id/nyia5/ (akan diaktifkan).
  6. Melampirkan riwayat hidup dalam satu (satu) lembar yang berisi: nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat, sekolah/instansi, nomor telepon/HP, dan email serta diketahui oleh orangtua atau wali.
  7. Panitia berhak menyebarluaskan alat peraga yang diperlombakan melalui berbagai media.
  8. Uraian desain alat peraga diterima panitia selambat-lambatnya tanggal 3 Agustus 2012.
  9. Finalis akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti pameran. Bagi finalis kelompok, yang diundang hanya Peneliti Utama (berada di urutan pertama) untuk mewakili kelompoknya. Pengumuman finalis pada tanggal 30 Agustus 2012.
  10. Pemenang NYIA 2012 diumumkan pada acara penganugerahan pemenang.
  11. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.
Inovasi Teknologi
Yang mempunyai sifat untuk memudahkan dan mendukung suatu pekerjaan/kegiatan yang berhubungan dengan keadaan keseharian, atau memiliki sifat menghibur dan menyenangkan dengan menggunakan Teknologi Ramah Lingkungan
SYARAT KARYA INVENSI
  1. Orisinal dan kreativitas sendiri, belum pernah dipublikasikan atau diproduksi untuk umum maupun diikutkan dalam lomba-lomba sejenis.
  2. Dapat direalisasikan ke dalam bentuk yang mempunyai nilai fungsional dan artistik.
  3. Merupakan modifikasi, daur ulang, atau penambahan fungsi dari alat tertentu yang sudah ada sebagai bentuk inovasi.
PENGHARGAAN
  • Medali
  • Piagam Penghargaan
  • Hadiah Pembinaan untuk 3 Pemenang
Panitia NYIA ke-5 Tahun 2012
Biro Kerjasama dan Pemasyarakatan Iptek LIPI
Sasana Widya Sarwono Lt.V
Jl. Jend.Gatot Subroto 10
Jakarta Selatan 12710
Telepon 021 – 5225711, Psw. 273, 274, dan 276
Fax. 021 - 52920839 / 021 - 5251834
» Kontak : Indriyani


Catt Red : Untuk info lebih lanjut mengenai lomba, hub. kontak diatas.
 Sumber : http://lipi.go.id

Manfaat Media Pembelajaran


URGENSI GURU MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN


Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Maka guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang telah disediakan oleh sekolah/madrasah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntunan zaman. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan efisien, meskipun sederhana dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Di samping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media pembelajaran yang akan digunakan apabila media tersebut belum tersedia.
Guru bukanlah satu-satunya sumber belajar, karena siswa dapat memperoleh informasi dengan sangat cepat melalui akses dari berbagai media massa seperti : surat kabar, handphone, televisi dan internet. Bahkan CD pembelajaran mandiri dapat dengan mudah dijalankan dalam kemasan materi pelajaran yang menarik karena dilengkapi, gambar, suara, soal dan pembahasannya serta animasi dari berbagai tampilan, dapat dengan mudah dibeli siswa di pasaran dan siswa dapat belajar secara mandiri. Untuk itu agar peran pendidik tidak diabaikan karena kurangnya pembaharuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka guru mesti peka terhadap perubahan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, sehingga tidak menggeser perannya sebagai fasilitator dan sumber belajar.
Namun masih banyak pendidik yang belum menggunakan media, karena adanya alasan yang membatasi guru dalam menggunakan media. Pertama, banyak guru yang beranggapan bahwa media pembelajaran tidaklah terlalu penting dalam proses belajar, yang penting itu proses belajar di kelas. Ada juga yang menyatakan, membuat media pembelajaran hanyalah membuang waktu dan tenaga, karena yang terpenting adalah cara guru mengajar dan menerangkan pelajaran di kelas. Daripada harus repot-repot membuat media pembelajaran, lebih baik melakukan hal lain yang lebih terlihat urgensinya. Begitu barangkali pendapat sebagian guru yang tidak mau berepot-repot menyiapkan media pembelajaran. Padahal jika media disiapkan sebelum pembelajaran dimulai akan lebih efisien. Kedua, media itu canggih dan mahal. Pada dasarnya banyak media berasal dari bahan yang sederhana bahkan bisa didapat gratis dari lingkungan sekitar, asal mau kreatif. Media bisa dibuat dari bahan yang murah karena media pembelajaran tidak harus beli apalagi dengan harga mahal. Guru dapat menekan biaya atau bahkan tanpa biaya asal mau lebih kreatif dalam membuat media pembelajaran. Ketiga, media hanya hiburan sedangkan belajar menuntut keseriusan, padahal dengan media bisa menyampaikan materi yang sulit digambarkan dapat dengan mudah disampaikan dengan media, misalnya kejadian gunung meletus dapat menggunakan media pembelajaran CD tentang kejadian alam yang menampilkan video/film gunung meletus sehingga gambaran tentang kejadian dapat dilihat dari dekat dan diamati berulang-ulang. Keempat, alasan media tidak tersedia di sekolah, padahal  apa yang ada di sekitar kita bisa dijadikan media, baik berupa papan tulis, meja, kursi, lantai, dinding, atau bahkan tubuh kita sendiri. Bila mau lebih kreatif, gunakan limbah atau barang bekas yang bisa didaur ulang. Kelima, kurang adanya penghargaan atas karya yang dibuat, yakinlah waktu yang telah diinvestasikan untuk mempersiapkan dan membuat media pembelajaran akan terbayar oleh hasil yang akan didapat.
Oleh karena itu saran untuk rekan-rekan guru adalah cepat-cepatlah menyesuaikan diri. Guru perlu segera mereposisi perannya saat ini, guru tidak lagi menjadi orang yang paling tahu di kelas, namun guru harus mampu menjadi fasilitator dalam belajar. Terserah kepada guru bagaimana ia dapat mengembangkannya secara tepat dilihat dari isi, penjelasan pesan dan karakteristik siswa. Yang terpenting peran media itu sendiri dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri siswa. Diharapkan guru secara mandiri harus bisa menyiapkan media pembelajaran untuk membantu peserta didik belajar lebih efektif.
Memang membutuhkan waktu untuk menyiapkan media pembelajaran. Namun perlu diingat bahwa dalam memilih media, perlu disesuaikan dengan kebutuhan, situasi dan kondisi masing-masing. Dengan kata lain, media yang terbaik adalah media yang ada. Beberapa tips sebelum memilih dan membuat media pembelajaran, pertama media tersebut dapat menyampaikan pesan dan menjaga konsentrasi siswa, kedua media tersebut dapat meningkatkan cara berfikir siswa untuk belajar, ketiga mempermudah proses belajar dalam mencapai tujuan, keempat media sebaiknya sebagai wahana fisik yang mengandung materi instruksional, kelima media mulai dari yang sederhana, bahan yang ada di lingkungan kita kembangkan secara tepat.  Keenam memberikan  konteks untuk memahami teks dan membantu siswa yang lemah dalam membaca dan mengorganisasikan informasi.
Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Maka tidak diragukan lagi kalau semua guru sepakat bahwa media itu perlu dalam pembelajaran. Untuk itu guru mesti memulai dari yang sederhana, mulai dari materi yang  akan sampaikan di kelas dan mulai dari sekarang untuk menghasilkan karya berupa media pembelajaran dan berperan aktif untuk melihat, memilih, memilah dan mengambil hal baru di sekitarnya yang sekiranya bermanfaat untuk perkembangan anak didik.


                                                                        Yenni Agustina, S.Ag
Guru MA Negeri 1 (Model) Lubuklinggau