Selamat Datang di Seni MAN 1 Lubuklinggau, Selamat Menikmati Cara Hidup Sehat, Semoga Anda Betah Dan Selalu Datang Berkunjung di artman1llg, Silahkan komentari, kritik dan Sarannya, Selamat Bargabung.

Bersinergi Sosialisasi Budaya Anti Korupsi


Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia. 2017. Bersinergi dengan KPPN dan MAN 1 Lubuklinggau dalam sosialisasi anti korupsi pada hari Rabu, 14 des 2017 di MAN 1 Lubuklinggau. Dihadiri lebih seratus siswa mendengarkan ketua KPPN, ibu Ari Suwandini, MBA,  menyampaikan amanat ttg Pengembangan budaya anti korupsi  dan pengendalian gratifikasi. 

Kegiatan ini disambut baik oleh kepala madrasah Bp. TASLIM, MSi, kegiatan ini sebagai edukasi anti korupsi bagi siswa dan guru di MAN 1. Tak lupa beliau memperkenalkan guru MAN 1 agen penggerak integritas ibu Hj. Annisah, M.Pd dan ibu Hj. Yenni Agustina, S.Ag.
Yang beberapa waktu lalu mengikuti kegiatan TSC, Teacher Supercam yang di selenggarakan KPK.
Harapannya disekolah kita  dapat memberikan teladan dan menumbuhkan karakter siswa yang berintegritas. Dan kepala madrasah berharap penerapan (Jupe mandi sedis tangker). Nilai nilai karakter (Jujur, peduli, mandiri, adil, sederhana, disiplin, tanggungjawab dan kerjakeras).
Dapat disampaikan juga dalam proses kegiatan belajar mengajar.

*salam guru abad 21*

Melongo Pantai di Aceh


Dari Sabang sampai Marauke
berjajar pulau-pulau,
sambung menyambung menjadi satu
itulah Indonesia.

Bait lagu yang sering kunyanyikan diwaktu kecil tepatnya duduk di sekolah dasar.
Dimana Sabang? jauh.... diujung Sumatera.

     Paling bisa lihat peta ATLAS mereka-reka jauhnya Sabang, yang katanya 0 kilimeter, dimulainya pengukuran pulau -pulau Indonesia. Dulu tak terbayang indahnya surga Indonesia yang kaya pantai. Melongo sebentar ke Aceh tahun 2014 merindukanku menulis kecantikan pantainya. Ada pantai Terong di Kecamatan Bebesan, Aceh Tengah. Pantai ini dikelilingi punggung gunung bukit barisan yang elok.
     Ada lagi Pantai Merisi , disini bisa surfing dan mendengarkan legenda Bate Meurendam Dewi Ratu Putri. Juga ada pantai Lampuuk di Aceh Besar. Keindahan pantai adlah pasirnya yang membentang luas dan lautnya yang sangat jernih.
Nah... saya dan rombongan kafilah berkunjung ke Sabang,  ada juga bibir pantainya, bagus eksotis....


     Aceh adalah provinsi dengan status daerah otonomi khusus. Aceh dianggap sebagai tempat dimulainya penyebaran Islam di Indonesia. Dan peran penting dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara. Hingga sekarang pun nuansa keislaman pada Aceh nampak terasa, banyak wanita yang berbusana sopan menutup aurat hingga bangunan mesjidnya yang megah. 

      Aceh berbatasan dengan Teluk Benggala, Samudra Hindia, Selat Malaka dan Sumatera Utara. Jadi wajar kalau Aceh banyak pantainya berbatasan dengan teluk, samudra dan selat. 

   Ibukota provinsi Aceh adlah Banda Aceh memiliki beberapa pelabuhan yautu pelabuhan Malahayati- Krueng Raya, Ulee Lheue, Sabang, Lhokseumawe dan Langsa. 
Sekarang saya berada di tebing 0 kilometer.... Cahaya matahri yang menerpa membuat kamera nggak kelihatan objeknya.... udah jepret aja. Wuiih.. hasilnya teraang...

      Senangnya di Sabang menikmati indahnya laut lepas, melenyapkan lelah perjalanan yang mendaki dan agak sempit. Mungkin kalau infrastruktur diperbaiki akan lebih nyaman menuju kecantikan Sabang. I love Indonesia....
      Tak lupa disini kami mencicipi masakan Aceh, cocok juga....masih lidah Indonesia. Yang kuingat Mi Aceh nya hmmm.... maknyuss... bener-bener enak dengan paduan seafoodnya. Melongo...
Kapan ke Aceh lagi, sholat dhuha di Baiturrahman, mengingat kematian di museum tsunami dan makan malam udang dan kepiting, dan...hiks..hiks...maam mi Aceh.
Alhamdulillah, sudah cicip kok...mantapp..


Faraid Putar

Karya ini beranjak dari pengalaman mengajar di kelas dimana saya  pernah mengajar mata pelajaran Fiqh di MA Negeri 1 Model Lubuklinggau. Saya perhatikan motivasi belajar siswa ketika mempelajari materi pembagian dan ketentuan ahli waris/faraid, saya mengenali siswa mulai gelisah dan kebingungan ketika membahas furudhul muqaddarah atau ketentuan ahli waris yang sudah ditetapkan syariat dalam Qur’an Surat Annisa : 21. Pengetahuan siswa kurang ketika membahas pembagian harta warisan, padahal materi ini penting dalam kehidupan sehari-hari dengan mengetahui ilmu faraid, karena permasalahan yang banyak terjadi di masyarakat dalam memperebutkan hak harta warisan padahal agama sudah membuat ketentuan pembagiannya. Maka saya mencari solusinya dengan membuat buku dan alat peraga untuk mempelajari dan mencari ketentuan ahli waris ini dengan nama buku Furudhul  Muqaddarah yang dilengkapi alat peraga Faraid Putar.
Saya gunakan alat peraga Faraid Putar ini  pada mata pelajaran Fiqh di kelas XI semester genap dengan Kompetensi Dasar ”Menjelaskan permasalahan ahli waris”. Dan memang terlihat dalam suasana belajar lebih menyenangkan karena lebih mudah mendapatkan ketentuan ahli waris sehingga memantapkan pengetahuan siswa setelah belajar materi furudhul muqaddarah


Ibu Yenni Agustina sedang mengajarkan cara penggunaan Faraid Putar

Adapun penggunaan Faraid Putar ini sangat mudah yaitu dengan cara memutar karton bagian  depan sehingga tanda tunjuk tepat pada posisi titik yang tepat sesuai keadaan ahli waris yang ditinggalkan. Maka pada lubang ‘mendapat’ akan diketahui berapa bagian yang didapat ahli waris.
Tujuan penggunaan alat peraga Faraid Putar ini
1.    Mempermudah menemukan ahli waris dan bagian-bagiannya sesuai ketentuan dengan cara memutar lapisan kedua sesuai tanda tunjuk.
2.  Belajar Ahli Waris dan Furudh Al Muqaddarah lebih praktis menggunakan buku dengan bahasan yang sederhana dan metode tanya jawab disertai Faraid Putar.
3.    Membantu siswa meningkatkan pemahaman melalui pengalaman dengan lambang visual dalam mengingat informasi dan memantapkan pengetahuan siswa.
4.    Membangkitkan rasa senang dan gembira bagi siswa serta menghidupkan suasana pembelajaran.
Rencana saya, setelah memperoleh sertifikat HAKI untuk karya Faraid Putar ini, bekerjasama dengan penerbit El Syarif akan memperbanyak Faraid Putar ini sebanyak 3000 eksemplar agar dapat digunakan siswa MTs, MA, PTAI dan masyarakat yang mempelajari Faraid. Harapan saya mudah-mudahan karya Faraid Putar ini dapat bermanfaat bagi khalayak umum.

Rumah Tahfiz Al Uluum MA Negeri 1 (Model) Lubuklinggau

Mengakomodir Hafalan Siswa

          Dalam undang undang sistem pendidikan nasional, disebutkan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
          Untuk itu MA Negeri 1 mengadakan program Tahfizh qur’an untuk seluruh siswa MAN 1  tahun pelajaran 2017-2018. Program kegiatan rumah tahfiz Al-‘Uluum”  adalah serangkaian kegiatan guru dan siswa yang terarah dan berjenjang untuk membantu siswa mencapai kemampuan membaca dan menghafal Al-Quran yang berkualitas. Kegiatan pembelajaran yang terarah berarti kegiatan pembelajaran Al-Quran yang memiliki tujuan dan target yang jelas sesuai dengan kemampuan murid. Berjenjang berarti murid mengikuti pembelajaran yang bertahap agar mengalami peningkatan kemampuan dan kualitas. Kegiatan siswa ini dibimbing oleh guru-guru PAI, guru sebagai tenaga profesional mempunyai peran yang sangat penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab. Dengan bimbingan guru ini diharapkan muncul generasi qur’ani yang menghidupkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an yang menyejukkan hati dalam hafalan ayat dan hadits-hadits.

    Foto : Siswa peserta kelas khusus Rumah Tahfizh “Al Uluum” 2017

Foto : Pemberian Reward pada Hafiz dan Hafizhoh Terbaik Rumah Tahfizh “Al-‘Uluum”

Foto : Guru  menerima setoran hafalan siswa

Foto : Kegiatan Setoran Hafalan di Mushollah bagi peserta khusus.