Selamat Datang di Seni MAN 1 Lubuklinggau, Selamat Menikmati Cara Hidup Sehat, Semoga Anda Betah Dan Selalu Datang Berkunjung di artman1llg, Silahkan komentari, kritik dan Sarannya, Selamat Bargabung.

Larangan Mendekati Zina (QS Al Isra' : 32)


Pergaulan bebas dan semua perbuatan yang dapat mengarah ke perzinahan dilarang oleh Islam. Perbuatan tercela ini akan mengakibatkan hancurnya kehidupan pribadi, dan merusak tatanan kehidupan masyarakat. Lebih dari itu pelakunya akan dikucilkan oleh masyarakat dan mendapat laknat dari Allah dan rasulnya.  Islam tidak melarang untuk bergaul dengan banyak orang,  Tetapi lebih Islam menganjurkan untuk bergaul dengan teman dan sahabat yang berakhlak mulia.  menurut Islam pergaulan yang sesuai dengan nilai-nilai syariat serta tidak boleh melanggar norma dan etika.

Video Pembelajaran :

  Video dapat di tonton dan download   https://www.youtube.com/watch?v=wvVUqzoh-dE

 Imam al-Qurṭubı̄, mengutip pendapat para ulama, menyatakan bahwa firman Allah Swt, Lā Taqrabū aż-Żinā /Janganlah kamu mendekati zina  maknanya sangat mendalam, yaitu segala perbuatan yang mendekatkan pelakunya ke tindakan perzinaan adalah haram, terlebih zinanya itu sendiri yang sudah sangat jelas diharamkan. 

Hamba Allah Swt. yang beriman pada-Nya dan rasul-Nya hendaknya menjauhi dan menghindari hal-hal yang mengantarkan kepada tindakan zina, baik secara langsung atau tidak. Dan jika mendekati hal-hal tersebut saja diharamkan, terlebih menghampiri intinya (zina), jelas sangatlah diharamkan.


            

              Beberapa contoh perbuatan yang mendekati zina adalah sebagai berikut : 

  •   melakukan pergaulan bebas yaitu pergaulan yang tidak terikat oleh aturan norma dan agama.
  •   mendekati tempat yang dapat merangsang nafsu syahwat.
  •   melihat aurat dan menghayalkan nya.
  •   melihat film atau tayangan media yang mengundang syahwat.
  •   membaca bacaan yang mengandung unsur yang dapat menimbulkan nafsu birahi.                           

    Demikianlah penjelasan lebih detai dalam pembelajaran dapat di ikuti dalam pembahasan berikutnya. Dan senantiasa berdoa semoga terhindar dari perbuatan keji. 

    Doamemohon keselamatan dunia dan akherat.


    KUIS MATERI Larangan Pergaulan Bebas QS AL ISRA' 32 :


    Mengenal guru di MA Negeri 1 Lubuklinggau, pengampu mapel Al Qur'an Hadits yaitu Hj. Yenni Agustina, S.Ag. yang berupaya mewujudkan pembelajaran yang menarik agar guru bisa menyajikan pembelajaran dengan interaktif dan menyenangkan ( joyful learning). Baik melalui blog, kuis dan classpoint.

    Hakekat Penciptaan Manusia (Khalifah fil Ard)


    Manusia adalah makhluk Allah Swt. yang paling sempurna. Baik dilihatdari bentuk fisiknya ataupun potensinya. Tidak ada yang bisa menandingi manusia. Oleh karenanya, manusia berpotensi menjadi makhluk Allah Swt. yang paling mulia di alam semesta ini. Bukan semata dilihat dari aspek penampilannya, namun juga dari hakikat penciptaannya. Dari mulai proses kehadirannya, hingga proses ketiadannya.

    Ditinjau dari segi proses penciptaan, manusia telah melalui serangkaian proses yang sangat unik dan menakjubkan. Jauh melebihi makhluk Allah Swt yang lainnya. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa Allah Swt. adalah Zat yang Maha Besar dan Maha Kuasa. Allah Swt. adalah Zat Maha Pencipta. Tidak ada yang dapat menandingi hasil penciptaan-Nya.

    Video Pembelajaran di kelas digital materi QS AL Baqarah 30 - 32

     

    Video dapat di download di : https://www.youtube.com/watch?v=8bizi1AyceM

    Sebagai makhluk yang paling sempurna, manusia berkedudukan jauh lebih tinggi dibandingkan makhluk Allah Swt. lainnya. Manusia mengemban misi agung, sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah Swt, yaitu menjadi KhalifatuLlah fi al-Ard, wakil Allah Swt. di muka bumi. Untuk memahaminya lebih mendalam, mari kita cermati beberapa ayat Al-Qur’an yang menjelaskan proses penciptaan manusia, proses manusia setelah dilahirkan, dan tugas serta tujuan manusia diciptakan.

    Allah Swt menegaskan di dalam QS. az-Zariyat ayat 56 bahwa tujuan dari penciptaan jin dan manusia adalah untuk beribadah kepada-Nya. Beribadah dalam arti menyembah, mengabdi, menghamba, tunduk, taat dan patuh terhadap segala yang dikehendaki-Nya. Ketundukan, ketaatan, dan kepatuhan dalam kerangka ibadah tersebut harus menyeluruh dan total, baik lahir maupun batin. Sebab tujuan dari ibadah adalah untuk mencari ridha Allah Swt.

    QS. Al Baqarah : 30-32

     


    Secara garis besar, ibadah dapat dibedakan menjadi dua yaitu: ibadah mahdah, yakni ibadah yang ditetapkan ketentuan pelaksanaannya, seperti: shalat, puasa, zakat dan haji; dan ibadah ghair mahdah, yakni ibadah yang belum ditetapkan ketentuan secara khusus dalam pelaksanaannya. Sebagai contoh, ibadah dalam menyantuni fakir miskin, berbuat baik, dan hal-hal lain dalam bentuk mu’amalah.

    Ibadah merupakan bukti rasa syukur manusia kepada Allah Swt. yang telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk dan yang dengan kemurahan-Nya Allah Swt. memberikan fasilitas hidup. Sikap tersebut sudah seharusnya dimiliki oleh setiap manusia, apabila manusia mempunyai kesadaran akan hal tersebut. Lain halnya apabila manusia tidak mempunyai kesadaran untuk mensyukuri segala yang telah diberikan oleh Allah Swt, maka ia akan menjadi manusia yang tidak mau tunduk, tidak mau taat, dan justru mengingkari Allah Swt. dengan tidak beribadah kepada-Nya.   

    KUIS MATERI QS AL BAQARAH : 30 - 32


    Mengenal guru di MA Negeri 1 Lubuklinggau, pengampu mapel Al Qur'an Hadits yaitu Hj. Yenni Agustina, S.Ag. yang berupaya mewujudkan pembelajaran yang menarik agar guru bisa menyajikan pembelajaran dengan interaktif dan menyenangkan ( joyful learning). Baik melalui blog, kuis dan classpoint.

    CARA BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA

     

        Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim tersebut menjelaskan bahwa seseorang akan celaka ketika tidak berbakti kepada orang tua. Kata “Dia celaka” diulang oleh Rasulullah sebanyak tiga kali, yang menunjukkan bahwa celaka akan benar-benar terjadi kepada seseorang yang tidak berbakti kepada orang tua. Hal ini juga menunjukkan betapa pentingnya berbakti kepada kedua orang tua, terlebih lagi ketika kedua orang tua atau salah satu dari mereka masih hidup.

    Adapun hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim menjelaskan bahwa berbakti kepada kedua orang tua memiliki nilai pahala yang sangat besar. Bahkan nilai pahala berbakti kepada kedua orang tua olehRasulullah disamakan dengan nilai pahala jihad, berperang, dan melawan kaum kafir.



    Kami diceritakan oleh Syaiban bin Farukh dari Abu ‘Awanah dari Suhail dari ayahnya dari Abu Hurairah dari Nabi Muhammad Saw. Dari Abū Hurairah dari Nabi Muhammad Saw., beliau : “Dia celaka! Dia celaka! Dia celaka!” lalu beliau ditanya; “Siapakah yang celaka, ya Rasūlullāh ?” Jawab Nabi : “Barang siapa yang mendapati kedua orang tuanya (dalam usia lanjut), atau salah satu dari keduanya (namun ia tidak berbakti kepadanya dengan sebaik-baiknya), maka dia tidak akan masuk surga.” (HR. Muslim).


    Aku mendengar ‘Abdullā h bin ‘Amr Ra. berkata : “Seorang laki-laki datang kepada Nabi, lalu meminta izin untuk ikut berjihad. Maka beliau bertanya: “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Laki-laki itu menjawab: “Iya”. Maka beliau berkata: “Kepada keduanyalah kamu berjihad (berbakti)” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Tonton video berikut untuk menjawab pertanyaan/kuis.

    Dapat ditonton secara ofline dengan download di :https://www.youtube.com/watch?v=av_rYvOqDOg

    Kuis QH kelas XI Cara Berbakti :


    Mengenal guru di MA Negeri 1 Lubuklinggau, pengampu mapel Al Qur'an Hadits yaitu Hj. Yenni Agustina, S.Ag. yang berupaya mewujudkan pembelajaran yang menarik agar guru bisa menyajikan pembelajaran dengan interaktif dan menyenangkan ( joyful learning). Baik melalui blog, kuis dan classpoint.

    HORMAT DAN PATUH KEPADA ORANG TUA DAN GURU

    BIRRUL WALIDAIN  artinya berbuat baik kepada kedua orang tuaSecara konsepsional orang tua dapat diklasifikasikan menjadi tiga yaitu :

    1. Orang yang menyebabkan kita lahir yaitu ayah dan ibu.

    2. Orang yang mengajari kita berbagai ilmu pengetahuan yaitu guru-guru kita yang mengajari pada saat kita masih kecil maupun saat sudah dewasa.

    3. Orang yang menyebabkan pasangan kita lahir yaitu bapak ibu mertua.

        Ketiga orang tua tersebut wajib kita hormati karena jasa-jasanya yang sangat besar. Banyak kejadian nyata yang kita saksikan disekitar kita bahwa banyak orang yang sukses dalam kehidupan dunia dan akheratnya berkat prilaku hormat dan taatnya mereka kepada orang tua. Sebaliknya kedurhakaan kepada kedua orang tua mengakibatkan kesengsaraan hidup. 

        Pada surat Al Isra' ayat 23-24 memuat konsep pendidikan berkarakter, yaitu sistem pendidikan yang utuh dan paripurna. Di mana, yang pertama harus dilakukan adalah melaksanakan perintah Allah Swt. untuk hanya mau menyembah Allah semata. Tidak menduakan-Nya. Setelah itu, adanya keharusan untuk melaksanakan iḥsān (bakti) kepada kedua orang tua, sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Swt. dengan cara bersikap baik dan sopan kepada keduanya, baik dalam ucapan maupun perbuatan, sesuai dengan yang semestinya, sehingga mereka merasa senang terhadap kita, dan mencukupi semua kebutuhan mereka secara wajar sesuai dengan kemampuan kita (sebagai anak).

     QS. Al Isra' : 23-24


        Ibnu Kaṡı̄r menjelaskan bahwa Allah memerintahkan kepada para hamba-Nya untuk menyembah Allah semata. Allah juga memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada ibu-bapak, dan melarang kita mengeluarkan kata- kata yang buruk kepada keduanya, sehingga kata-kata “ah” pun, yang merupakan kata-kata buruk yang paling ringan, tidak diperbolehkan. Dan melarang kita bersikap buruk kepada mereka dengan ungkapan, “Dan janganlah kamu membentak mereka”, yaitu jangan kamu bersikap kasar kepada keduanya. 

        Setelah melarang mengeluarkan perkataan jelek dan melakukan perbuatan buruk terhadap kedua orang tua, Allah Swt. memerintahkan kita untuk berbuat baik, bertutur sapa baik, dan berlaku sopan santun kepada kedua orang tua dengan rasa penuh hormat dan memuliakannya.


    QS. Al Isra : 23-24Sikap dan perilaku yang bisa diterapkan sebagai penghayatan dan pengamalan QS. al-Isrā’ [17]: 23-24 sebagai berikut.

    1.  Selalu beribadah kepada Allah Swt. dan tidak menyekutukan-Nya.

    2.   Membiasakan berbuat baik (iḥsān) kepada kedua orang tua.

    3.  Membiasakan untuk tidak berkata-kata buruk kepada kedua orang tua.

    4. Selalu bersikap baik dan berlaku sopan santun kepada kedua orang tua dengan rasa penuh hormat dan memuliakannya.

    5.  Selalu mendoakan orang tua sebagai ungkapan terima kasih anak.

    Simak Video dibawah ini untuk menjawab pertanyaan yang ada di kuis. 

     

    Dapat di lihat secara ofline dengan mendownload : https://www.youtube.com/watch?v=vt5xijluqUg&t=192s

      KUIS MATERI QS AL ISRA' 23-24 :


    Mengenal guru di MA Negeri 1 Lubuklinggau, pengampu mapel Al Qur'an Hadits yaitu Hj. Yenni Agustina, S.Ag. yang berupaya mewujudkan pembelajaran yang menarik agar guru bisa menyajikan pembelajaran dengan interaktif dan menyenangkan ( joyful learning). Baik melalui blog, kuis dan classpoint.